Senin, 19 November 2018

PENGGUNAAN MULTIMEDIA DALAM PEMBELAJARAN DAN PENGAJARAN BAHASA INGGRIS







 I.                   PENDAHULUAN
Multimedia merupakan suatu gabungan dari sekelompok komponen media yang terdiri dari teks, gambar, audio, video, dan animasi dengan ciri- ciri interaktivitas komputer untuk menghasilkan satu presentasi menarik (Munir, 2012). Sementara pembelajaran merupakan suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku secara menyeluruh sebagai hasil dari interaksi individu itu dengan lingkungannya (Surya, 2013). Dalam hal ini, kegiatan pembelajaran dilakukan oleh dua pelaku yaitu guru dan siswa karena pembelajaran merupakan suatu proses yang terdiri dari kombinasi dua aspek yaitu belajar tertuju kepada apa yang harus dilakukakan oleh siswa dan mengajar berorientasi pada apa yang harus dilakukan oleh guru sebagai pemberi pelajaran. Untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran, seorang guru harus mempunyai metode atau cara agar suatu proses pembelajaran lebih efektif. Salahsatunya adalah dengan penggunaan multimedia.  
Seperti yang telah dijelaskan dalam tulisan-tulisan sebelumnya bahwa penggunaan multimedia mempunyai banyak manfaat. Dalam tulisan ini akan dibahas tulisan yang bertema multimedia dan profesi penulis sebagai guru Bahasa Inggris. Sehingga judul dalam tulisan ini adalah Penggunaan Multimedia dalam Pembelajaran dan Pengajaran Bahasa Inggris.

II.                PEMBAHASAN
A.    Manfaat Penggunaan Multimedia dalam Pembelajaran dan Pengajaran
Proses pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan tujuan dikarenakan banyak faktor yang berpengaruh, salah satunya adalah dipengaruhi oleh media (Ruhimat, 2011). Sementara, Wang Qiyun & Cheung Wing Sum (2003) dalam Sukiyasa dan Sukoco (2013) mengatakan bahwa “…media is that they are the means or equipment that transmit information from the sender to the receiver. In the context of education, media is usually defined as instructional facilities that carry messages to learners”. Dapat diartikan bahwa media merupakan sarana yang memberikan pesan kepada peserta didik atau menghubungkan informasi dari guru kepada siswa. Penggunaan multimedia dalam pengajaran di kelas merupakan sebuah kebutuhan yang tidak dapat diabaikan. Hal ini dapat dipahami mengingat proses belajar yang dialami siswa tertumpu pada berbagai kegiatan menambah ilmu dan wawasan untuk bekal hidup di masa sekarang dan masa yang akan datang (Mahnun, 2012). Salah satu upaya yang harus ditempuh adalah bagaimana menciptakan situasi belajar yang memungkinkan terjadinya proses pengalaman belajar pada diri siswa dengan menggerakkan segala sumber belajar dan cara belajar yang efektif dan efisien (Rusyan, Tabrani, dan Daryani, 1993). Dalam hal ini, penggunaan multimedia dalam pengajaran merupakan salah satu pendukung yang efektif dalam membantu terjadinya proses belajar.
Apabila dilihat dari manfaatnya, manfaat penggunaan multimedia dalam pengajaran adalah meningkatkan mutu pendidikan dengan cara meningkatkan kecepatan belajar (rate of learning), memberi kemungkinan pendidikan yang sifatnya lebih individual, memberi dasar pengajaran yang lebih ilmiah, pengajaran dapat dilakukan secara mantap, meningkatkan terwujudnya kedekatan belajar (immediacy learning), dan memberikan penyajian pendidikan lebih luas (Danim, 2010). Selain itu, Mayer dan Moreno (2000) dalam Yusoff, Harji, Salim, dan Kim (2015) mengatakan:
“Multimedia refers to any computer-mediated software or interactive application that integrates text, color, graphical images, animation, audio sound, and full- motion video in a single application. Multimedia learning systems consist of animation and narration, which offer a potentially venue for improving student understanding”.
Dalam pendapat tersebut dinyatakan bahwa multimedia merupakan perangkat lunak atau aplikasi yang menggabungkan teks, warna, grafik, animasi, audio dan video dalam satu aplikasi.  Selain itu, pembelajaran berbasis sistem multimedia yang terdiri dari animasi dan video akan memberikan potensi yang penting untuk meningkatan pemahaman siswa dalam pembelajaran.
Sementara adanya manfaat dari media pembelajaran, Kemp & Dayton (1985) dalam Sukiyasa dan Sukoco (2013) menyebutkan manfaat daripada media pembelajaran, yaitu: (1) penyampaian pengajaran bisa lebih standar; (2) pengajaran lebih menarik; (3) proses belajar menjadi lebih interaktif; (4) waktu penyampaian materi lebih singkat; (5) kualitas pengajaran menjadi meningkat; (6) pengajaran dapat dilakukan kapan dan dimana diinginkan serta dibutuhkan; (7) sikap positif siswa terhadap apa yang dipelajari dapat ditingkatkan; serta (8) dapat mengubah peran positif guru. Selain itu juga dikatakan untuk memotivasi serta membangkitkan kemauan bertindak.
Pembelajaran berbasis multimedia mempunyai banyak keunggulan dibandingkan dengan papan tulis dan kapur. Pembelajaran berbasis multimedia melibatkan hampir semua unsur-unsur indra. Penggunaan multimedia dapat mempermudah siswa dalam belajar, juga waktu yang digunakan lebih efektif dan efisien. Selain itu pembelajaran dengan menggunakan multimedia akan sangat meningkatkan motivasi belajar siswa. Dimana dengan motivasi yang meningkat maka prestasipun akan dapat diraih dengan lebih optimal.  Penggunaan multimedia dalam pembelajaran juga akan mengenalkan sedini mungkin pada siswa akan teknologi (Surasmi, 2016). Adapun pengaruh multimedia dalam pembelajaran yang menurut Pramono dalam Surasmi (2016) antara lain:
1)      Multi Bentuk Representasi
Yang dimaksud dengan multi bentuk representasi adalah perpaduan antara teks, gambar nyata, atau grafik. Berdasarkan hasil penelitian tentang pemanfaatan multi bentuk representasi, informasi/materi pengajaran melalui teks dapat diingat dengan baik jika disertai dengan gambar. Hal ini dijelaskan dengan dual coding theory (Paivio, 1986 dalam Surasmi, 2016). Menurut teori ini, sistem kognitif manusia terdiri dua sub sistem yaitu sistem verbal dan sistem gambar (visual). Kata dan kalimat biasanya hanya diproses dalam sistem verbal (kecuali untuk materi yang bersifat kongkrit), sedangkan gambar diproses melalui sistem gambar maupun sistem verbal. Jadi dengan adanya gambar dalam teks dapat meningkatkan memori oleh karena adanya dual coding dalam memori (bandingkan dengan single coding). Seseorang yang membaca/memahami teks yang disertai gambar, aktifitas yang dilakukannya yaitu memilih informasi yang relevan dari teks, membentuk representasi proporsi berdasarkan teks tersebut, dan kemudian mengorganisasi informasi verbal yang diperoleh ke dalam mental model verbal. Demikian juga ia memilih informasi yang relevan dari gambar, lalu membentuk image, dan mengorganisasi informasi visual yang dipilih ke dalam mental mode visual. Tahap terakhir adalah menghubungkan model yang dibentuk dari teks dengan model yang dibentuk dari gambar. Model ini kemudian dapat menjelaskan mengapa gambar dalam teks dapat menunjang memori dan pemahaman peserta didik. Fitur penting lain dalam multimedia adalah animasi. Berbagai fungsi animasi antara lain: untuk mengarahkan perhatian peserta didik pada aspek penting dari materi yang sedang dipelajari (tetapi awas, animasi dapat juga mengalihkan perhatian peserta dari topik utama. Oleh karena itu seorang guru atau fasilitator harus tahu kapan harus menggunakan gambar pada teks dan kapan tidak menggunakannya. Dan perlu diingat juga bahwa pada dasarnya gambar sebagai penunjang penjelasan substansi materi yang tertera pada teks. Jadi jangan sampai porsi gambar melebihi teks yang ada. Juga gambar harus relevan dan berkaitan dengan narasi pada teks.
2)      Animasi
Menurut Reiber (1994) dalam Surasmi (2016) bagian penting lain pada multimedia adalah animasi. Animasi dapat digunakan untuk menarik perhatian peserta didik jika digunakan secara tepat, tetapi sebaliknya animasi juga dapat mengalihkan perhatian dari substansi materi yang disampaikan ke hiasan animatif yang justru tidak penting. Animasi dapat membantu proses pelajaran jika peserta didik hanya akan dapat melakukan proses kognitif jika dibantu dengan animasi, sedangkan tanpa animasi proses kognitif tidak dapat dilakukan.
3)      Multi Saluran Sensorik
Dengan penggunaan multimedia, peserta didik sangat dimungkinkan mendapatkan berbagai variasi pemaparan materi. Atau sebaliknya guru/fasilitator dapat menggunakan berbagai saluran sensorik yang tersedia pada media tersebut. Dengan penggunaan multi saluran sensorik, dimungkinkan penggunaan bentuk-bentuk auditif dan visual.
4)      Pembelajaran Nonlinear
Pembelajaran nonlinear dimaksudkan sebagai proses pembelajaran yang tidak hanya mengandalkan materi-materi dari guru, tetapi peserta didik hendaknya menambah pengetahuan dan keterampilan dari berbagai sumber ekstemal seperti narasumber di lapangan, studi literatur dari beberapa perpustakaan, situs internet, dan sumber-sumber lain yang relevan dan menunjang peningkatan diri.
5)      Interaktivitas
Interaktivitas disini diterjermahkan sebagai tingkat interaksi dengan media pembelajaran yang digunakan, yakni multimedia. Karena kelebihan yang dimiliki multimedia, memungkinkan bagi siapapun (guru/fasilitator dan peserta didik) untuk eksplor dengan memanfaatkan detail-detail di dalam multimedia dalam menunjang kegiatan pembelajaran.

B.     Penggunaan Multimedia dalam Pembelajaran dan Pengajaran Bahasa Inggris
Bahasa Inggris merupakan alat untuk berkomunikasi secara lisan dan tulis. Kemampuan berkomunikasi dalam pengertian yang utuh adalah kemampuan berwacana, yakni kemampuan memahami dan atau menghasilkan teks lisan dan atau tulisan yang direalisasikan dalam empat keterampilan berbahasa yaitu mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Keempat keterampilan inilah yang digunakan untuk menanggapi atau menciptakan wacana dalam kehidupan masyarakat.
Pembelajaran Bahasa Inggris selain ditujukan sebagai alat komunikasi juga sebagai alat pengembangan diri peserta didik menjadi manusia Indonesia yang memiliki daya saing global; pembelajaran Bahasa Inggris hendaknya dilaksanakan dengan melibatkan peserta didik dan lingkungannya dalam konteks kehidupan sehari-hari (otentik dan alamiah); penguasaan Bahasa Inggris diharapkan mampu mendorong peserta didik memahami dan memperkokoh budaya lokal dan nasional, serta mengenal dan memahami budaya internasional; penguasaan Bahasa Inggris yang baik dapat menjadi sarana yang efektif dalam peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan, dan teknologi (IPTEK), sehingga dapat meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia (Fatmawati, 2015).
Mengingat Bahasa Inggris adalah Bahasa Internasional, maka dari itu Bahasa Inggris harus dikuasai oleh siswa. Bahasa Inggris banyak digunakan dalam berbagai hal, misalnya pada Bahasa pemrograman komputer dan intruksi pengoprasian mesin. Penguasaan Bahasa Inggris yang baik dapat memberikan nilai tambah untuk menghadapi persaingan dalam dunia kerja. Bahasa Inggris merupakan salah satu mata pelajaran yang masuk dalam kurikulum. Akan tetapi proses pembelajaran bahasa Inggris masih belum bisa mencapai hasil seperti yang diharapkan. Hal ini terbukti dengan masih banyaknya siswa yang tetap belum mampu berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris walaupun mereka sudah mempelajarinya sejak memasuki bangku Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas ataupun yang sederajat (Surjono dan Susila, 2013).
Selain itu berdasarkan pengalaman penulis selama menjadi pengajar mata pelajaran Bahasa Inggris di salahsatu Sekolah Menengah Atas (SMA), kendala yang dihadapi siswa dalam mengikuti pelajaran Bahasa Inggris disebabkan oleh beberapa hal antara lain keterbatasan jam pelajaran. Berdasarkan kurikulum 2013 yang diterapkan di sekolah, pada mata pelajaran Bahasa Inggris siswa beratatap muka dengan guru hanya sekali seminggu dengan alokasi waktu 3x45 menit, sehingga materi yang disampaikan kurang optimal. Siswa cenderung acuh dan tidak memperhatikan materi yang disampaikan oleh guru. Masih banyak siswa yang kurang bersemangat dalam mengikuti proses belajar mengajar, siswa terlihat pasif dan tidak memberikan umpan balik saat guru menyampaikan materi dan memberikan tugas. Oleh karena itu, kondisi pembelajaran ini mengharuskan guru aktif dan kreatif menyiasati, mencari dan memilih strategi pembelajaran yang paling tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran yang terkait dengan proses dan hasil pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas merupakan salah satu tugas utama guru yang dapat diartikan sebagai kegiatan yang ditujukan untuk membelajarkan siswa. Dalam proses pembelajaran masih sering ditemui adanya kecenderungan siswa lebih pasif sehingga mereka lebih banyak menunggu sajian guru daripada mencari dan menemukan sendiri pengetahuan, keterampilan atau sikap yang mereka butuhkan. 
Salahsatu hal yang bisa dilakukan oleh guru adalah dengan menggunakan multimedia dalam pembelajaran dan pengajaran Bahasa Inggris. Seorang guru bisa menggunakan tampilan aplikasi power point yang ada di komputer dalam menjelaskan materi yang bukan hanya tertera teks saja dalam tampilan tersebut, tetapi ditunjang dengan adanya dukungan gambar, audio, animasi, maupun video agar lebih menarik. Selain itu, seorang guru harus memperhatikan penggunanan multimedia yang diberikan kepada peserta didik, penggunaan multimedia harus disesuaikan dengan materi apa yang akan diberikan, harus sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan tidak berlebihan.
Contoh penggunaan multimedia adalah ketika materinya tentang teks deskriptip (descriptive text) yang tujuan dari materi tersebut adalah agar siswa mampu mendeskripsikan atau menggambarkan seseorang, benda atau tempat baik secara lisan maupun tulisan. Guru bisa menggunakan multimedia dengan unsur gambar yaitu dalam tampilan yang diberikan gambar seperti berikut:
Describe these pictures (Deskripsikan gambar-gambar berikut)!

                                                                 Picture (Gambar) 1

                                                                  Picture (Gambar) 2

                                                                    Picture (Gambar) 3

Peserta didik diintruksikan untuk mendeskripsikan gambar-gambar yang telah diberikan baik dideskripsikan secara lisan maupun tulisan. Contoh lain ketika materinya tentang saying thank you, giving advice, atau giving apologize; guru bisa menggunakan multimedia dengan unsur audio maupun video memberikan contoh dialog berupa audio atau audio yang sesuai dengan materi. Selain peserta didik bisa memahami penjelasan dari guru terkait materi tersebut paserta didik dapat melihat bagaimana seorang nativespeaker asli dalam berbicara dan cara mengucapkan/ mengungkapkan ungkapan-ungkapan tersebut. Dengan hal itu, peserta didik dapat melatih skill listening (mendengarkan) dan speaking (berbicara) beserta pronuciationnya (cara pengucapannya) karena telah melihat atau mendengarkan ungkapan dari nativespeaker dalam audio atau video yang telah diberikan oleh guru. Dalam materi narrative text guru bisa memberikan video film pendek berupa narrative text seperti video dibawah ini.

Dengan pemberian video film pendek yang berupa narrative text, peserta didik bisa mengidentifikasi general structure (struktur teks) dan language feature (kebahasaan) yang ada dalam video terkait narrative text tersebut.

III.                   KESIMPULAN DAN SARAN
Sebagai seorang pendidik yang mendidik siswa di jaman yang serba modern seperti saat ini, guru dituntut untuk melakukan proses pembelajaran dan pengajaran Bahasa Inggris dikelas harus sekreatif mungkin. Salahsatunya dengan memanfaatkan multimedia yang terdiri dari teks, gambar, animasi, audio, dan video. Sehingga proses pembelajaran dan pengajaran dikelas jadi lebih menarik dan membangkitkan motivasi siswa. Tetapi dalam penggunaan multimedia, guru harus memilih unsur multimedia yang sesuai dengan materi yang diajarkan, sesuai dengan kebutuhan siswa, dan tidak berlebihan. Pada intinya guru harus mempertimbangkan penggunaan multimedia dalam pembelajaran dan pengajaran.  

DAFTAR PUSTAKA
Danim, Sudarwan. (2010). Media Komunikasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Fatmawati, Siti. (2015). Pengembangan Mobile Learning Berbasis Android Menggunakan Adobe Flash Cs6 Pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris  Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X Tkj Smk Hidayah Semarang. Skripsi Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang.
Mahnun, Nunu.  (2012). Media Pembelajaran Kajian Terhadap Langkah-Langkah Pemilihan Media dan Implementasinya dalam Pembelajaran. Jurnal Pemikiran Islam; Vol. 37, No. 1 Januari-Juni 2012.
Munir. (2012). Multimedia Konsep dan Aplikasi dalam Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Surya, Mohamad. (2013). Psikologi Guru Konsep dan Aplikasi dari Guru, untuk Guru. Bandung: Alfabeta.
Rusyan; Tabrani; dan Daryani. (1993). Penuntun Belajar yang Sukses. Jakarta:  Nine Karya.
Surjono, Herman Dwi, dan  Susila, Heni Rita. (2013). Pengembangan Multimedia Pembelajaran Bahasa Inggris Untuk SMK. Jurnal Pendidikan Vokasi, Vol 3, Nomor 1, Februari 2013.
Ruhimat, Toto. (2011). Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers.
Sukiyasa, Kadek.; dan Sukoco. (2013). Pengaruh Media Animasi Terhadap Hasil Belajar Dan Motivasi Belajar Siswa Materi Sistem Kelistrikan Otomotif. Jurnal Pendidikan Vokasi, Vol 3, Nomor 1, Februari 2013.
Surasmi, Wuwuh, Asrining. (2016). Pemanfaatan Multimedia Untuk Mendukung Kualitas Pembelajaran. Jurnal Prosiding Temu Ilmiah Nasional Guru (TING) VIII.
Yusoff, Nurhayati., Harji, Madhubla, Bava.,  Salim, Fadzillah.,  dan Kim, Tan Coo. (2015). Multimedia Learning system. The Jurnal of Multimedia University.

SUMBER GAMBAR DAN VIDEO
-          Video
-          Gambar di judul
-          Gambar 1
-          Gambar 3



Tidak ada komentar:

Posting Komentar