Multimedia
merupakan suatu gabungan dari sekelompok komponen media yang terdiri dari teks,
gambar, audio, video, dan animasi dengan ciri- ciri interaktivitas komputer
untuk menghasilkan satu presentasi menarik (Munir, 2012). Sementara pembelajaran
merupakan suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu
perubahan perilaku secara menyeluruh sebagai hasil dari interaksi individu itu
dengan lingkungannya (Surya, 2013). Dalam hal ini, kegiatan pembelajaran
dilakukan oleh dua pelaku yaitu guru dan siswa karena pembelajaran merupakan
suatu proses yang terdiri dari kombinasi dua aspek yaitu belajar tertuju kepada
apa yang harus dilakukakan oleh siswa dan mengajar berorientasi pada apa yang
harus dilakukan oleh guru sebagai pemberi pelajaran. Untuk mencapai suatu
tujuan pembelajaran, seorang guru harus mempunyai metode atau cara agar suatu
proses pembelajaran lebih efektif. Salahsatunya adalah dengan penggunaan
multimedia.
Seperti
yang telah dijelaskan dalam tulisan-tulisan sebelumnya bahwa penggunaan multimedia
mempunyai banyak manfaat. Dalam tulisan ini akan dibahas tulisan yang bertema multimedia
dan profesi penulis sebagai guru Bahasa Inggris. Sehingga judul dalam tulisan
ini adalah Penggunaan Multimedia dalam Pembelajaran dan Pengajaran Bahasa Inggris.
II.
PEMBAHASAN
A. Manfaat Penggunaan Multimedia dalam
Pembelajaran dan Pengajaran
Proses
pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan tujuan dikarenakan banyak faktor yang
berpengaruh, salah satunya adalah dipengaruhi oleh media (Ruhimat, 2011).
Sementara, Wang Qiyun & Cheung Wing Sum (2003) dalam Sukiyasa dan Sukoco
(2013) mengatakan bahwa “…media is that
they are the means or equipment that transmit information from the sender to
the receiver. In the context of education, media is usually defined as
instructional facilities that carry messages to learners”. Dapat diartikan
bahwa media merupakan sarana yang memberikan pesan kepada peserta didik atau
menghubungkan informasi dari guru kepada siswa. Penggunaan multimedia dalam
pengajaran di kelas merupakan sebuah kebutuhan yang tidak dapat diabaikan. Hal
ini dapat dipahami mengingat proses belajar yang dialami siswa tertumpu pada
berbagai kegiatan menambah ilmu dan wawasan untuk bekal hidup di masa sekarang
dan masa yang akan datang (Mahnun, 2012). Salah satu upaya yang harus ditempuh
adalah bagaimana menciptakan situasi belajar yang memungkinkan terjadinya
proses pengalaman belajar pada diri siswa dengan menggerakkan segala sumber
belajar dan cara belajar yang efektif dan efisien (Rusyan, Tabrani, dan
Daryani, 1993). Dalam hal ini, penggunaan multimedia dalam pengajaran merupakan
salah satu pendukung yang efektif dalam membantu terjadinya proses belajar.
Apabila
dilihat dari manfaatnya, manfaat penggunaan multimedia dalam pengajaran adalah meningkatkan
mutu pendidikan dengan cara meningkatkan kecepatan belajar (rate of learning), memberi kemungkinan
pendidikan yang sifatnya lebih individual, memberi dasar pengajaran yang lebih
ilmiah, pengajaran dapat dilakukan secara mantap, meningkatkan terwujudnya
kedekatan belajar (immediacy learning),
dan memberikan penyajian pendidikan lebih luas (Danim, 2010). Selain itu, Mayer
dan Moreno (2000) dalam Yusoff, Harji, Salim, dan Kim (2015) mengatakan:
“Multimedia refers to any
computer-mediated software or interactive application that integrates text,
color, graphical images, animation, audio sound, and full- motion video in a
single application. Multimedia learning systems consist of animation and
narration, which offer a potentially venue for improving student
understanding”.
Dalam
pendapat tersebut dinyatakan bahwa multimedia merupakan perangkat lunak atau
aplikasi yang menggabungkan teks, warna, grafik, animasi, audio dan video dalam
satu aplikasi. Selain itu, pembelajaran
berbasis sistem multimedia yang terdiri dari animasi dan video akan memberikan
potensi yang penting untuk meningkatan pemahaman siswa dalam pembelajaran.
Sementara
adanya manfaat dari media pembelajaran, Kemp & Dayton (1985) dalam Sukiyasa
dan Sukoco (2013) menyebutkan manfaat daripada media pembelajaran, yaitu: (1)
penyampaian pengajaran bisa lebih standar; (2) pengajaran lebih menarik; (3)
proses belajar menjadi lebih interaktif; (4) waktu penyampaian materi lebih
singkat; (5) kualitas pengajaran menjadi meningkat; (6) pengajaran dapat
dilakukan kapan dan dimana diinginkan serta dibutuhkan; (7) sikap positif siswa
terhadap apa yang dipelajari dapat ditingkatkan; serta (8) dapat mengubah peran
positif guru. Selain itu juga dikatakan untuk memotivasi serta membangkitkan
kemauan bertindak.
Pembelajaran
berbasis multimedia mempunyai banyak keunggulan dibandingkan dengan papan tulis
dan kapur. Pembelajaran berbasis multimedia melibatkan hampir semua unsur-unsur
indra. Penggunaan multimedia dapat mempermudah siswa dalam belajar, juga waktu
yang digunakan lebih efektif dan efisien. Selain itu pembelajaran dengan
menggunakan multimedia akan sangat meningkatkan motivasi belajar siswa. Dimana
dengan motivasi yang meningkat maka prestasipun akan dapat diraih dengan lebih
optimal. Penggunaan multimedia dalam
pembelajaran juga akan mengenalkan sedini mungkin pada siswa akan teknologi
(Surasmi, 2016). Adapun pengaruh multimedia dalam pembelajaran yang menurut Pramono
dalam Surasmi (2016) antara lain:
1) Multi
Bentuk Representasi
Yang
dimaksud dengan multi bentuk representasi adalah perpaduan antara teks, gambar
nyata, atau grafik. Berdasarkan hasil penelitian tentang pemanfaatan multi
bentuk representasi, informasi/materi pengajaran melalui teks dapat diingat
dengan baik jika disertai dengan gambar. Hal ini dijelaskan dengan dual coding
theory (Paivio, 1986 dalam Surasmi, 2016). Menurut teori ini, sistem kognitif manusia
terdiri dua sub sistem yaitu sistem verbal dan sistem gambar (visual). Kata dan
kalimat biasanya hanya diproses dalam sistem verbal (kecuali untuk materi yang
bersifat kongkrit), sedangkan gambar diproses melalui sistem gambar maupun
sistem verbal. Jadi dengan adanya gambar dalam teks dapat meningkatkan memori
oleh karena adanya dual coding dalam memori (bandingkan dengan single coding).
Seseorang yang membaca/memahami teks yang disertai gambar, aktifitas yang
dilakukannya yaitu memilih informasi yang relevan dari teks, membentuk
representasi proporsi berdasarkan teks tersebut, dan kemudian mengorganisasi
informasi verbal yang diperoleh ke dalam mental model verbal. Demikian juga ia
memilih informasi yang relevan dari gambar, lalu membentuk image, dan
mengorganisasi informasi visual yang dipilih ke dalam mental mode visual. Tahap
terakhir adalah menghubungkan model yang dibentuk dari teks dengan model yang
dibentuk dari gambar. Model ini kemudian dapat menjelaskan mengapa gambar dalam
teks dapat menunjang memori dan pemahaman peserta didik. Fitur penting lain
dalam multimedia adalah animasi. Berbagai fungsi animasi antara lain: untuk
mengarahkan perhatian peserta didik pada aspek penting dari materi yang sedang
dipelajari (tetapi awas, animasi dapat juga mengalihkan perhatian peserta dari
topik utama. Oleh karena itu seorang guru atau fasilitator harus tahu kapan
harus menggunakan gambar pada teks dan kapan tidak menggunakannya. Dan perlu
diingat juga bahwa pada dasarnya gambar sebagai penunjang penjelasan substansi
materi yang tertera pada teks. Jadi jangan sampai porsi gambar melebihi teks
yang ada. Juga gambar harus relevan dan berkaitan dengan narasi pada teks.
2) Animasi
Menurut
Reiber (1994) dalam Surasmi (2016) bagian penting lain pada multimedia adalah
animasi. Animasi dapat digunakan untuk menarik perhatian peserta didik jika
digunakan secara tepat, tetapi sebaliknya animasi juga dapat mengalihkan
perhatian dari substansi materi yang disampaikan ke hiasan animatif yang justru
tidak penting. Animasi dapat membantu proses pelajaran jika peserta didik hanya
akan dapat melakukan proses kognitif jika dibantu dengan animasi, sedangkan
tanpa animasi proses kognitif tidak dapat dilakukan.
3) Multi
Saluran Sensorik
Dengan
penggunaan multimedia, peserta didik sangat dimungkinkan mendapatkan berbagai
variasi pemaparan materi. Atau sebaliknya guru/fasilitator dapat menggunakan
berbagai saluran sensorik yang tersedia pada media tersebut. Dengan penggunaan
multi saluran sensorik, dimungkinkan penggunaan bentuk-bentuk auditif dan
visual.
4) Pembelajaran
Nonlinear
Pembelajaran
nonlinear dimaksudkan sebagai proses pembelajaran yang tidak hanya mengandalkan
materi-materi dari guru, tetapi peserta didik hendaknya menambah pengetahuan
dan keterampilan dari berbagai sumber ekstemal seperti narasumber di lapangan,
studi literatur dari beberapa perpustakaan, situs internet, dan sumber-sumber
lain yang relevan dan menunjang peningkatan diri.
5) Interaktivitas
Interaktivitas
disini diterjermahkan sebagai tingkat interaksi dengan media pembelajaran yang
digunakan, yakni multimedia. Karena kelebihan yang dimiliki multimedia,
memungkinkan bagi siapapun (guru/fasilitator dan peserta didik) untuk eksplor
dengan memanfaatkan detail-detail di dalam multimedia dalam menunjang kegiatan
pembelajaran.
B.
Penggunaan
Multimedia dalam Pembelajaran dan Pengajaran Bahasa Inggris
Bahasa
Inggris merupakan alat untuk berkomunikasi secara lisan dan tulis. Kemampuan
berkomunikasi dalam pengertian yang utuh adalah kemampuan berwacana, yakni
kemampuan memahami dan atau menghasilkan teks lisan dan atau tulisan yang
direalisasikan dalam empat keterampilan berbahasa yaitu mendengarkan,
berbicara, membaca dan menulis. Keempat keterampilan inilah yang digunakan
untuk menanggapi atau menciptakan wacana dalam kehidupan masyarakat.
Pembelajaran
Bahasa Inggris selain ditujukan sebagai alat komunikasi juga sebagai alat
pengembangan diri peserta didik menjadi manusia Indonesia yang memiliki daya
saing global; pembelajaran Bahasa Inggris hendaknya dilaksanakan dengan
melibatkan peserta didik dan lingkungannya dalam konteks kehidupan sehari-hari
(otentik dan alamiah); penguasaan Bahasa Inggris diharapkan mampu mendorong
peserta didik memahami dan memperkokoh budaya lokal dan nasional, serta
mengenal dan memahami budaya internasional; penguasaan Bahasa Inggris yang baik
dapat menjadi sarana yang efektif dalam peningkatan penguasaan ilmu
pengetahuan, dan teknologi (IPTEK), sehingga dapat meningkatkan daya saing
sumber daya manusia Indonesia (Fatmawati, 2015).
Mengingat
Bahasa Inggris adalah Bahasa Internasional, maka dari itu Bahasa Inggris harus
dikuasai oleh siswa. Bahasa Inggris banyak digunakan dalam berbagai hal,
misalnya pada Bahasa pemrograman komputer dan intruksi pengoprasian mesin.
Penguasaan Bahasa Inggris yang baik dapat memberikan nilai tambah untuk
menghadapi persaingan dalam dunia kerja. Bahasa Inggris merupakan salah satu mata
pelajaran yang masuk dalam kurikulum. Akan tetapi proses pembelajaran bahasa
Inggris masih belum bisa mencapai hasil seperti yang diharapkan. Hal ini
terbukti dengan masih banyaknya siswa yang tetap belum mampu berkomunikasi
menggunakan bahasa Inggris walaupun mereka sudah mempelajarinya sejak memasuki
bangku Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas ataupun yang sederajat
(Surjono dan Susila, 2013).
Selain
itu berdasarkan pengalaman penulis selama menjadi pengajar mata pelajaran
Bahasa Inggris di salahsatu Sekolah Menengah Atas (SMA), kendala yang dihadapi
siswa dalam mengikuti pelajaran Bahasa Inggris disebabkan oleh beberapa hal
antara lain keterbatasan jam pelajaran. Berdasarkan kurikulum 2013 yang
diterapkan di sekolah, pada mata pelajaran Bahasa Inggris siswa beratatap muka
dengan guru hanya sekali seminggu dengan alokasi waktu 3x45 menit, sehingga
materi yang disampaikan kurang optimal. Siswa cenderung acuh dan tidak
memperhatikan materi yang disampaikan oleh guru. Masih banyak siswa yang kurang
bersemangat dalam mengikuti proses belajar mengajar, siswa terlihat pasif dan
tidak memberikan umpan balik saat guru menyampaikan materi dan memberikan
tugas. Oleh karena itu, kondisi pembelajaran ini mengharuskan guru aktif dan
kreatif menyiasati, mencari dan memilih strategi pembelajaran yang paling tepat
untuk mencapai tujuan pembelajaran yang terkait dengan proses dan hasil
pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas merupakan salah satu
tugas utama guru yang dapat diartikan sebagai kegiatan yang ditujukan untuk
membelajarkan siswa. Dalam proses pembelajaran masih sering ditemui adanya
kecenderungan siswa lebih pasif sehingga mereka lebih banyak menunggu sajian
guru daripada mencari dan menemukan sendiri pengetahuan, keterampilan atau
sikap yang mereka butuhkan.
Salahsatu
hal yang bisa dilakukan oleh guru adalah dengan menggunakan multimedia dalam
pembelajaran dan pengajaran Bahasa Inggris. Seorang guru bisa menggunakan
tampilan aplikasi power point yang ada di komputer dalam menjelaskan materi
yang bukan hanya tertera teks saja dalam tampilan tersebut, tetapi ditunjang
dengan adanya dukungan gambar, audio, animasi, maupun video agar lebih menarik.
Selain itu, seorang guru harus memperhatikan penggunanan multimedia yang
diberikan kepada peserta didik, penggunaan multimedia harus disesuaikan dengan
materi apa yang akan diberikan, harus sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan
tidak berlebihan.
Contoh
penggunaan multimedia adalah ketika materinya tentang teks deskriptip
(descriptive text) yang tujuan dari materi tersebut adalah agar siswa mampu
mendeskripsikan atau menggambarkan seseorang, benda atau tempat baik secara
lisan maupun tulisan. Guru bisa menggunakan multimedia dengan unsur gambar
yaitu dalam tampilan yang diberikan gambar seperti berikut:
Describe
these pictures (Deskripsikan gambar-gambar berikut)!Picture (Gambar) 1
Picture (Gambar) 2
Picture (Gambar) 3
Peserta
didik diintruksikan untuk mendeskripsikan gambar-gambar yang telah diberikan
baik dideskripsikan secara lisan maupun tulisan. Contoh lain ketika materinya
tentang saying thank you, giving advice,
atau giving apologize; guru bisa menggunakan multimedia dengan unsur audio
maupun video memberikan contoh dialog berupa audio atau audio yang sesuai
dengan materi. Selain peserta didik bisa memahami penjelasan dari guru terkait
materi tersebut paserta didik dapat melihat bagaimana seorang nativespeaker asli dalam berbicara dan
cara mengucapkan/ mengungkapkan ungkapan-ungkapan tersebut. Dengan hal itu,
peserta didik dapat melatih skill listening
(mendengarkan) dan speaking (berbicara)
beserta pronuciationnya (cara
pengucapannya) karena telah melihat atau mendengarkan ungkapan dari nativespeaker dalam audio atau video yang
telah diberikan oleh guru. Dalam materi narrative
text guru bisa memberikan video film pendek berupa narrative text seperti
video dibawah ini.
Dengan
pemberian video film pendek yang berupa narrative text, peserta didik bisa
mengidentifikasi general structure (struktur
teks) dan language feature (kebahasaan)
yang ada dalam video terkait narrative
text tersebut.
III.
KESIMPULAN
DAN SARAN
Sebagai
seorang pendidik yang mendidik siswa di jaman yang serba modern seperti saat
ini, guru dituntut untuk melakukan proses pembelajaran dan pengajaran Bahasa
Inggris dikelas harus sekreatif mungkin. Salahsatunya dengan memanfaatkan
multimedia yang terdiri dari teks, gambar, animasi, audio, dan video. Sehingga
proses pembelajaran dan pengajaran dikelas jadi lebih menarik dan membangkitkan
motivasi siswa. Tetapi dalam penggunaan multimedia, guru harus memilih unsur multimedia
yang sesuai dengan materi yang diajarkan, sesuai dengan kebutuhan siswa, dan
tidak berlebihan. Pada intinya guru harus mempertimbangkan penggunaan multimedia
dalam pembelajaran dan pengajaran.
DAFTAR
PUSTAKA
Danim, Sudarwan. (2010). Media Komunikasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Fatmawati, Siti. (2015). Pengembangan Mobile Learning
Berbasis Android Menggunakan Adobe Flash Cs6 Pada Mata Pelajaran Bahasa
Inggris Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa Kelas X Tkj Smk Hidayah Semarang. Skripsi Jurusan Teknologi Pendidikan
Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang.
Mahnun,
Nunu. (2012). Media Pembelajaran Kajian Terhadap Langkah-Langkah Pemilihan Media dan
Implementasinya dalam Pembelajaran. Jurnal Pemikiran Islam; Vol. 37, No. 1
Januari-Juni 2012.
Munir. (2012). Multimedia
Konsep dan Aplikasi dalam Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Surya, Mohamad. (2013). Psikologi Guru Konsep dan Aplikasi dari Guru, untuk Guru. Bandung:
Alfabeta.
Rusyan; Tabrani; dan Daryani. (1993). Penuntun Belajar yang Sukses. Jakarta: Nine Karya.
Surjono, Herman Dwi, dan Susila, Heni Rita. (2013). Pengembangan Multimedia Pembelajaran Bahasa
Inggris Untuk SMK. Jurnal Pendidikan Vokasi, Vol 3, Nomor 1, Februari 2013.
Ruhimat, Toto. (2011). Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers.
Sukiyasa, Kadek.; dan Sukoco. (2013). Pengaruh Media Animasi Terhadap Hasil
Belajar Dan Motivasi Belajar Siswa Materi Sistem Kelistrikan Otomotif. Jurnal
Pendidikan Vokasi, Vol 3, Nomor 1, Februari 2013.
Surasmi, Wuwuh, Asrining. (2016). Pemanfaatan Multimedia Untuk Mendukung Kualitas Pembelajaran.
Jurnal Prosiding Temu Ilmiah Nasional Guru (TING) VIII.
Yusoff, Nurhayati.,
Harji, Madhubla, Bava., Salim,
Fadzillah., dan Kim, Tan Coo. (2015). Multimedia Learning system. The Jurnal
of Multimedia University.
SUMBER GAMBAR DAN VIDEO
-
Video
-
Gambar
di judul
-
Gambar
1
-
Gambar
3




Tidak ada komentar:
Posting Komentar