Senin, 05 November 2018

ANIMASI DALAM MULTIMEDIA


ANIMASI DALAM MULTIMEDIA
I.                    PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi yang semakin pesat lebih memudahkan aktivitas-aktivitas manusia. Salahsatunya penggunaan multimedia. Multimedia dalam penggunaanya dapat meningkatkan efektivitas dari penyampaian suatu informasi, penggunaan multimedia dalam lingkungan dapat mendorong partisipasi, keterlibatan serta eksplorasi pengguna tersebut, aplikasi multimedia dapat merangsang panca indera dan perasaan penerimanya, seperti penglihatan, pendengaran, gerak maupun suara.
Seperti yang telah dibahas di tulisan sebelumnya bahwa multimedia mempunyai beberapa komponen. Salahsatu komponennya adalah animasi. Animasi adalah sebuah proses pembuatan ilusi gerakan yang tercipta dari kumpulan gambar-gambar statis yang berurutan yang menciptakan ilusi gerak. Dalam tulisan ini akan dibahas lebih rinci tentang animasi dalam multimedia.

II.                 PEMBAHASAN
ANIMASI DALAM MULTIMEDIA

A.     Pengertian Animasi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) animasi adalah acara televisi yang berbentuk rangkaian lukisan atau gambar yang digerakan secara mekanik elektronis sehingga tampak di layar menjadi bergerak. Animasi adalah gambar bergerak berbentuk dari sekumpulan objek yang disusun secara beraturan. Sedangkan menurut Utami (2011) animasi adalah rangkaian gambar yang membentuk sebuah gerakan. Animasi sebenarnya adalah rangkaian gambar yang disusun berurutan atau dikenal dengan istilah frame. Satu frame terdiri dari satu gambar. Jika susunan gambar tersebut ditampilkan bergantian dengan waktu tertentu maka akan terlihat bergerak. Satuan yang dipakai adalah frame per second (fps). Misalkan animasi diset 25 fps berarti animasi tersebut terdiri dari 25 gambar dalam satu detik. Semakin besar nilai fps, maka akan dapat terbentuk animasi yang terkesan halus (Munir, 2012; Purnasiwi dan Kurniawan, 2013).
Menurut Reiber (1994) dalam Munir (2012) bagian penting lain pada multimedia adalah animasi. Animasi berasal dari bahasa latin yaitu “anima” yang berarti jiwa, hidup, semangat. Selain itu kata animasi juga berasal dari kata animation yang berasal dari kata dasar to anime di dalam kamus Indonesia Inggris berarti menghidupkan. Secara umum animasi merupakan suatu kegiatan menghidupkan,menggerakkan benda mati. Suatu benda mati diberi dorongan, kekuatan, semangat dan emosi untuk menjadi hidup atau hanya berkesan hidup. Menurut Mayer dan Moreno (2002) animasi memiliki 3 fitur utama yaitu gambar-animasi merupakan sebuah penggambaran; gerakan-animasi menggambarkan sebuah pergerakan; dan simulasi-simulasi terdiri atas objek-objek yang dibuat dengan gambar atau metode simulasi lain. Animasi bisa diartikan sebagai gambar yang memuat objek yang seolah-olah hidup, disebabkan oleh kumpulan gambar itu berubah beraturan dan bergantian ditampilkan. Objek dalam gambar bisa berupa tulisan, bentuk benda, warna atau spesial efek.

B.      Manfaat dan Keuntungan Animasi dalam Multimedia
Salahsatu keunggulan animasi dibanding media lain seperti gambar statis atau teks adalah kemampuannya untuk menjelaskan perubahan keadaan tiap waktu. Hal ini terutama sangat membantu dalam menjelaskan prosedur dan urutan kejadian (Utami, 2011). Menurut Munir (2012) menyebutkan bahwa manfaat animasi dalam multimedia adalah:
·         Menunjukkan obyek dengan idea (misalnya efek gravitasi pada suatu obyek).
·         Menjelaskan konsep yang sulit (misalnya penyerapan makanan ke dalam aliran darah atau bagaimana elektron bergerak untuk menghasilkan arus listrik).
·         Menjelaskan konsep yang abstrak menjadi konkrit (misalnya menjelaskan tegangan arus bolak balik dengan bantuan animasi garfik sinus yang bergerak).
·         Menunjukkan dengan jelas suatu langkah prosedural (misalnya cara melukis suatu segitiga sama sisi dengan bantuan jangka).
Media presentasi, animasi digunakan untuk menarik perhatian para audien atau peserta presentasi terhadap materi yang disampaikan oleh presenter. Animasi pada media presentasi membawa suasana presentasi menjadi tidak kaku dan bervariasi. Fungsi animasi dalam presentasi diantaranya:
·         Menarik perhatian dengan adanya pergerakan dan suara yang selaras.
·         Memperindah tampilan presentasi.
·         Memudahkan susunan presentasi.
·         Mempermudah penggambaran dari suatu materi.  
·         Media iklan, animasi dibangun sedemikian rupa agar penonton tertarik untuk membeli atau memiliki atau mengikuti apa yang disampaikan dalam alur cerita dari animasi tersebut.
·         Media ilmu pengetahuan, animasi memiliki kemampuuan untuk dapat menjelaskan sesuatu yang rumit hanya dengan gambar atau kata-kata saja.
·         Media bantu, animasi digunakan sebagai perangkat penuntun atau petunjuk dalam melakukan sesuatu. Sebagai media bantu, animasi akan menonjolkan, memberikan daya tarik atau memunculkan fokus baru terhadap sesuatu yang perlu dibantu.
·         Media pelengkap, animasi digunakan sebagai pelengkap atau hiasan pada suatu tampilan yang digunakan untuk mempercantik atau menarik pada objek yang ditampilkan.

C.     MACAM-MACAM ANIMASI
Menurut Munir (2012) ada beberapa macam animasi, yaitu animasi sel, animasi frame, animasi sprite, animasi lintasan, animasi spline, animasi vektor, animasi karakter, animasi computational, morphing, animasi digital, dan animasi clay.
1)      Animasi Sel (Cell Animation)
Kata “cell” berasal dari kata “celluloid”, yang merupakan bahan dasar atau material yang digunakan untuk membuat film gambar bergerak. Pembuatan animasi macam ini ketika tahun-tahun awal adanya animasi. Sekarang, material film dibuat dari asetat (acetate), bukan celluloid. Potongan animasi dibuat pada sebuah potongan aset atau sel (cell). Sel animasi biasanya merupakan lembaran-lembaran yang membentuk sebuah frame animasi tunggal. Masing-masing sel merupakan bagian yang terpisah sebagai objek animasi. Misalnya ada tiga buah animasi sel, sel pertama berisi satu animasi karakter, sel kedua berisi animasi karakter lain, dan sel terakhir berisi latar animasi. Ketiga animasi sel ini akan disusun berjajar, sehingga ketika dijalankan animasinya secara bersamaan, terlihat seperti satu kesatuan.
1)      Animasi Frame (Frame Animation)
Animasi frame merupakan bentuk animasi yang paling sederhana. Animasi ini menampilkan rangkaian gambar yang berurutan atau bergantian ditunjukan secara cepat. Pergantian gambar ini diukur dalam satuan fps (frame per second). Antara gambar satu (frame satu) dengan gambar lain (frame lain) berbeda. Dalam sebuah film, serangkaian frame bergerak melalui proyektor film dengan kecepatan sekitar 24 frame per detik. Kita bisa menangkap adanya gerak di layar karena setiap frame mengandung satu gambar yang tampil pada layar begitu frame yang bersangkutan muncul. Kecepatan 24 frame per detik ini karena merupakan ambang batas. Jika kurang dari itu maka yang akan dilihat di layar adalah gambar yang kabur. Contoh animasi ini adalah ketika kita membuat rangkaian gambar yang berbeda pada tepian sebuah buku, kemudian kita buka buku tersebut sedemikian rupa menggunakan jempol, maka gambar akan terlihat bergerak. Dalam Macromedia Flash, animasi ini dibuat dengan teknik animasi keyframe, teknik ini sering digunakan untuk mendapatkan animasi objek yang tidak bisa didapatkan dengan teknik animasi tween, teknik animasi path dan teknik animasi script.
(Gambar contoh animasi frame)

1)      Animasi Sprite (Sprite Animation)
Animasi sprite yaitu obyek yang diletakan dan dianimasikan pada bagian puncak grafik dengan latar belakang diam. Tidak seperti animasi cel dan animasi frame, setiap objek dalam animasi sprite bergerak tidak dalam waktu bersamaan, memiliki besar fps yang berbeda dan pengeditan hanya dapat dilakukan pada masingmasing objek sprite. Setiap objek animasi disebut “sprite”.  Sprite adalah setiap bagian dari animasi yang bergerak secara mandiri, misalnya burung terbang, planet berotasi, atau bola memantul-mantul. Sprite beranimasi dan bergerak sebagai obyek yang mandiri. Dalam animasi sprite, sebuah gambar tunggal atau berurutan dapat ditempelkan dalam sprite. Sprite dapat dianimasikan dalam satu tempat, seperti halnya planet berputar atau burung bergerak. 
                                   (Gambar contoh animasi sprite)
1)      Animasi Lintasan (Path Animation)

Animasi lintasan adalah animasi dari obyek yang bergerak sepanjang garis kurva yang ditentukan sebagai lintasan. Misalnya membantu membuat animasi kereta api yang bergerak pada lintasan rel. Biasanya dalam animasi path diberi perulangan animasi, sehingga animasi terus berulang hingga mencapai kondisi tertentu. Kadangkala animasi sprite disebut juga animasi lintasan, jika meletakkan sprite yang bergerak sepanjang garis kurva sebagai lintasan. Sprite yang bergerak sepanjang lintasan tersebut, dapat tunggal, bitmap pejal yang tidak berubah atau dapat berupa bitmap yang diurutkan sehingga membentuk loop atau putaran animasi. Misalnya untuk membuat animasi looping pendek, tiga atau empat frame dari burung yang mengepakkan sayapnya. Kebanyakan perangkat lunak animasi memungkinkan membuat animasi looping dari animasi yang pendek ini.Dalam Macromedia Flash, animasi jenis ini didapatkan dengan teknik animasi path, teknik ini menggunakan layer tersendiri yang didefinisikan sebagai lintasan gerakan objek.
                                            (Gambar contoh animasi lintasan)
1)      Animasi Spline
Spline adalah representasi matematis dari kurva.  Bila obyek bergerak, biasanya tidak mengikuti garis lurus, tetapi mengikuti garis lintasan yang berbentuk kurva, kurva ini didapatkan dari representasi perhitungan matematis. Program animasi komputer memungkinkan untuk membuat animasi spline dengan lintasan gerakan berbentuk kurva. Hasil gerakan animasi ini lebih halus dibandingkan dengan animasi path. Untuk mendefinisikan animasi spline, posisikan pada sebuah titik pijak. Kurva itu sendiri melewati titik pijak. Titik pijak mendefinisikan awal dan akhir titik dari bagian kurva yang berbeda. Masing-masing titik pijak dapat dikendalikan sehingga memungkinkan untuk mengubah bentuk kurva antara dua titik pijak.
2)      Animasi Vektor (Vector Animation)
Animasi vektor mirip dengan animasi sprite, perbedaannya hanya terletak pada gambar yang digunakan dalam objek sprite-nya. Pada animasi sprite, gambar yang digunakan adalah gambar bitmap, sedangkan animasi vektor menggunakan gambar vektor dalam objek sprite-nya. Penggunaan vektor ini juga mengakibatkan ukuran file animasi vektor menjadi lebih kecil dibandingkan dengan file animasi sprite. Sebuah vektor merupakan garis yang memiliki ujung-pangkal, arah, dan panjang. 
3)      Animasi Karakter (Character Animation)
Animasi karakter seperti dalam film kartun berbasis 3 dimensi, oleh karena itu ada juga yang menyebutnya sebagai animasi 3D. Gerakan hierarkis mulut, mata, muka dan tangan yang bergerak tetapi semua gerakan pada waktu yang sama untuk membuat animasi tunggal dan bitmap mudah. Untuk membuat animasi karakter yang hidup dan meyakinkan merupakan sebuah seni yang membutuhkan pertimbangan khusus dalam pengerjaannya. 
4)      Computational Animation
Menggerakkan satu kata di layar monitor dengan cara membuat serangkaian frame yang menunjukkan jalannya kata di layar, yang tiap framenya mewakili satu moment dalam satu waktu selama kata itu bergerak. Tapi ini bisa tidak efisien, sebab frame itu memakan banyak memori, dan butuh waktu lama bagi pemakai untuk membuat frame. Dengan computational animation, menggerakkan objek di layar cukup dengan memvariasikan koordinat x dan y-nya. Koordinat x merupakan posisi horizontal objek, yaitu berapa jauh kiri-kanan layar. Koordinat y merupakan posisi vertikal, yaitu berapa jauh atas-bawah layar.
5)      Morphing
Morphing adalah mengubah satu bentuk menjadi bentuk lain dengan menampilkan serangkaian frame yang menciptakan gerakan halus begitu bentuk pertama merubah dirinya menjadi bentuk lain. Hal ini dilakukan dengan program Morpheus. Perangkat lunak morphing menciptakan frame transisi secara otomatis.Dalam Macromedia Flash animasi jenis ini dilakukan dengan teknik tweening shape. 
6)      Animasi Clay
Animasi ini sering disebut juga animasi doll (boneka). Animasi ini dibuat menggunakan boneka-boneka tanah liat atau material lain yang digerakan perlahan-lahan, kemudian setiap gerakan bonekaboneka tersebut difoto secara beruntun. Setelah proses pemotretan selesai, rangkaian foto dijalankan dalam kecepatan tertentu sehingga dihasilkan gerakan animasi yang unik.
7)      Animasi Digital
Animasi digital adalah penggabungan teknik animasi cell (Hand Drawn) yang dibantu dengan komputer. Gambar yang sudah dibuat dengan tangan kemudian dipindai, diwarnai, diberi animasi, dan diberi efek di komputer, sehingga animasi yang didapatkan lebih hidup tetapi tetap tidak meninggalkan identitasnya sebagai animasi 2 dimensi.
Selain itu Munir (2012) menyebutkan jenis-jenis animasi diantaranya:
1)      Animasi 2d (2 Dimensi)
Animasi dua dimensi atau animasi dwi-matra dikenal juga dengan nama flat animation. Pada awalnya diciptakan animasi berbasis dua dimensi (2D Animation). Realisasi nyata dari perkembangan animasi dua dimensi yang cukup revolusioner berupa dibuatnya film-film kartun. Untuk itu animasi 2D biasa juga disebut dengan film kartun. Kartun sendiri berasal dari kata Cartoon, yang artinya gambar yang lucu. Film kartun itu kebanyakan film yang lucu. Contohnya Tom and Jerry, Scooby Doo, Doraemon.
2)      Animasi 3d (3 Dimensi)
Animasi 3D adalah pengembangan dari animasi 2D. Dengan animasi 3D, karakter yang diperlihatkan semakin hidup dan nyata, mendekati wujud manusia aslinya. Contohnya film Toy Story buatan Disney (Pixar Studio). 
3)      Stop Motion Animation
Animasi ini juga dikenali sebagai claymation karena animasi ini menggunakan clay (tanah liat) sebagai objek yang di gerakkan. Animasi ini memakai plasticin, bahan lentur seperti permen karet. Tokoh-tokoh dalam animasi Clay dibuat dengan memakai rangka khusus untuk kerangka tubuhnya. Setelah tokohtokohnya siap, lalu difoto gerakan per gerakan.
4)      Animasi Tanah Liat (Clay Animation)
Animasi Clay termasuk salah satu jenis dari Stop-motion picture.
5)      Animasi Jepang (Anime)
Anime mempunyai karakter yang berbeda dibandingkan dengan animasi buatan Eropa. Anime biasanya menggunakan tokoh-tokoh karakter dan background yang digambar menggunakan tangan dan sedikit bantuan komputer.
6)      Jenis Animasi File Gif
Animasi GIF merupakan teknik animasi sederhana yang menggunakan prinsip animasi dasar berupa gambar-gambar yang saling dihubungkan.

A.     Animasi dalam Pembelajaran
Animasi adalah penggambaran dinamis yang dapat digunakan untuk membuat proses perubahan menjadi jelas bagi peserta didik (Schnotz & Lowe, 2003 dalam Munir, 2012). Selama ini animasi digunakan dalam media pembelajaran untuk dua alasan. Pertama, untuk menarik perhatian siswa dan memperkuat motivasi. Animasi jenis ini biasanya berupa tulisan atau gambar yang bergerak-gerak, animasi yang lucu, aneh yang sekiranya akan menarik perhatian siswa. Animasi ini biasanya tidak ada hubungannya dengan materi yang akan diberikan kepada murid. Fungsi yang kedua adalah sebagai sarana untuk memberikan pemahaman kepada murid atas materi yang akan diberikan (Utami, 2011). Banyak pendidik yang percaya bahwa animasi adalah perangkat yang superior dibandingkan ilustrasi statis untuk pembelajaran aktif. Untuk memahami situasi dinamis yang secara eksternal direpresentasikan oleh suatu grafik statis, peserta didik mestilah pertama-tama membangun sebuah gambaran model dinamis dari suatu informasi statis yang diberikan.  Sebaliknya, animasi menawarkan kepada peserta didik suatu representasi dinamis yang jelas dari sebuah keadaan/situasi. Di sisi lain, sifat sementara (transitory) dari tampilan dinamis dapat menyebabkan beban kognitif lebih tinggi, dikarenakan peserta didik memiliki kendali yang lebih rendah pada kecepatan pemrosesan informasi mereka (Munir, 2012).
B.      Contoh Video Animasi 







III.                    PENUTUP
Dari pembahasan tentang animasi dalam multimedia dapat disimpulkan bahwa animasi adalah gambar bergerak berbentuk dari sekumpulan objek yang disusun secara beraturan. Ada beberapa manfaat dan keuntungan animasi, salahsatunya adalah mempermudah penggambaran dari suatu materi. Dari manfaat animasi tersebut dapat disimpulkan bahwa animasi dapat digunakan dalam pembelajaran. Penggunaan animasi dapat menarik perhatian siswa dan memperkuat motivasi siswa, karena animasi berupa tulisan atau gambar yang bergerak-gerak, animasi yang lucu, aneh yang sekiranya akan menarik perhatian siswa.


REFERENSI
Mayer, R.E., & Moreno, R. (2002). Animation as an Aid to Multimedia Learning. Educational Psychology Review, 14, 87-99
Munir. (2012). Multimedia Konsep dan Aplikasi dalam Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Purnasiwi, Rona Guines.; Kurniawan, Mei P. (2013). Perancangan dan Pembuatan Animasi 2D “Kerusakan Lingkungan” dengan Teknik Masking. Jurnal Ilmiah DASI Vol. 14 No. 04 Desember 2013, hlm 54 – 57.
Pusat Bahasa – Depdiknas – Organizational Body. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Edisi 4. Jakarata: Gramedia Pustaka Utama.  
Utami, Dina. (2011). Animasi dalam Pembelajaran. Majalah Ilmiah Pembelajaran Nomor 1 Volume 7 Mei 2011 44- 52.

Referensi Gambar dan Video
·         Gambar 1 (judul)
·      Gambar contoh animasi frame 
·         Gambar contoh animasi sprite
·         Gambar contoh animasi lintasan
·         Video contoh animasi 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar