ANIMASI
DALAM MULTIMEDIA
I.
PENDAHULUAN
Perkembangan
teknologi yang semakin pesat lebih memudahkan aktivitas-aktivitas manusia.
Salahsatunya penggunaan multimedia. Multimedia dalam penggunaanya dapat
meningkatkan efektivitas dari penyampaian suatu informasi, penggunaan
multimedia dalam lingkungan dapat mendorong partisipasi, keterlibatan serta
eksplorasi pengguna tersebut, aplikasi multimedia dapat merangsang panca indera
dan perasaan penerimanya, seperti penglihatan, pendengaran, gerak maupun suara.
Seperti
yang telah dibahas di tulisan sebelumnya bahwa multimedia mempunyai beberapa
komponen. Salahsatu komponennya adalah animasi. Animasi adalah sebuah proses
pembuatan ilusi gerakan yang tercipta dari kumpulan gambar-gambar statis yang
berurutan yang menciptakan ilusi gerak. Dalam tulisan ini akan dibahas lebih
rinci tentang animasi dalam multimedia.
II.
PEMBAHASAN
ANIMASI
DALAM MULTIMEDIA
A. Pengertian
Animasi
Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia (KBBI) animasi adalah acara televisi yang berbentuk rangkaian lukisan
atau gambar yang digerakan secara mekanik elektronis sehingga tampak di layar
menjadi bergerak. Animasi adalah gambar bergerak berbentuk dari sekumpulan
objek yang disusun secara beraturan. Sedangkan menurut Utami (2011) animasi
adalah rangkaian gambar yang membentuk sebuah gerakan. Animasi sebenarnya
adalah rangkaian gambar yang disusun berurutan atau dikenal dengan istilah
frame. Satu frame terdiri dari satu gambar. Jika susunan gambar tersebut
ditampilkan bergantian dengan waktu tertentu maka akan terlihat bergerak.
Satuan yang dipakai adalah frame per second (fps). Misalkan animasi diset 25
fps berarti animasi tersebut terdiri dari 25 gambar dalam satu detik. Semakin
besar nilai fps, maka akan dapat terbentuk animasi yang terkesan halus (Munir,
2012; Purnasiwi dan Kurniawan, 2013).
Menurut Reiber (1994) dalam Munir
(2012) bagian penting lain pada multimedia adalah animasi. Animasi berasal dari
bahasa latin yaitu “anima” yang berarti jiwa, hidup, semangat. Selain itu kata
animasi juga berasal dari kata animation yang berasal dari kata dasar to anime
di dalam kamus Indonesia Inggris berarti menghidupkan. Secara umum animasi
merupakan suatu kegiatan menghidupkan,menggerakkan benda mati. Suatu benda mati
diberi dorongan, kekuatan, semangat dan emosi untuk menjadi hidup atau hanya
berkesan hidup. Menurut Mayer dan Moreno (2002) animasi memiliki 3 fitur utama
yaitu gambar-animasi merupakan sebuah penggambaran; gerakan-animasi menggambarkan
sebuah pergerakan; dan simulasi-simulasi terdiri atas objek-objek yang dibuat
dengan gambar atau metode simulasi lain. Animasi bisa diartikan sebagai gambar
yang memuat objek yang seolah-olah hidup, disebabkan oleh kumpulan gambar itu
berubah beraturan dan bergantian ditampilkan. Objek dalam gambar bisa berupa
tulisan, bentuk benda, warna atau spesial efek.
B. Manfaat
dan Keuntungan Animasi dalam Multimedia
Salahsatu keunggulan animasi
dibanding media lain seperti gambar statis atau teks adalah kemampuannya untuk
menjelaskan perubahan keadaan tiap waktu. Hal ini terutama sangat membantu
dalam menjelaskan prosedur dan urutan kejadian (Utami, 2011). Menurut Munir
(2012) menyebutkan bahwa manfaat animasi dalam multimedia adalah:
·
Menunjukkan
obyek dengan idea (misalnya efek gravitasi pada suatu obyek).
·
Menjelaskan
konsep yang sulit (misalnya penyerapan makanan ke dalam aliran darah atau
bagaimana elektron bergerak untuk menghasilkan arus listrik).
·
Menjelaskan
konsep yang abstrak menjadi konkrit (misalnya menjelaskan tegangan arus bolak
balik dengan bantuan animasi garfik sinus yang bergerak).
·
Menunjukkan
dengan jelas suatu langkah prosedural (misalnya cara melukis suatu segitiga
sama sisi dengan bantuan jangka).
Media presentasi, animasi digunakan
untuk menarik perhatian para audien atau peserta presentasi terhadap materi
yang disampaikan oleh presenter. Animasi pada media presentasi membawa suasana
presentasi menjadi tidak kaku dan bervariasi. Fungsi animasi dalam presentasi
diantaranya:
·
Menarik
perhatian dengan adanya pergerakan dan suara yang selaras.
·
Memperindah
tampilan presentasi.
·
Memudahkan
susunan presentasi.
·
Mempermudah
penggambaran dari suatu materi.
·
Media
iklan, animasi dibangun sedemikian rupa agar penonton tertarik untuk membeli
atau memiliki atau mengikuti apa yang disampaikan dalam alur cerita dari
animasi tersebut.
·
Media
ilmu pengetahuan, animasi memiliki kemampuuan untuk dapat menjelaskan sesuatu
yang rumit hanya dengan gambar atau kata-kata saja.
·
Media
bantu, animasi digunakan sebagai perangkat penuntun atau petunjuk dalam
melakukan sesuatu. Sebagai media bantu, animasi akan menonjolkan, memberikan
daya tarik atau memunculkan fokus baru terhadap sesuatu yang perlu dibantu.
·
Media
pelengkap, animasi digunakan sebagai pelengkap atau hiasan pada suatu tampilan
yang digunakan untuk mempercantik atau menarik pada objek yang ditampilkan.
C. MACAM-MACAM
ANIMASI
Menurut Munir (2012) ada beberapa
macam animasi, yaitu animasi sel, animasi frame, animasi sprite, animasi
lintasan, animasi spline, animasi vektor, animasi karakter, animasi
computational, morphing, animasi digital, dan animasi clay.
1)
Animasi
Sel (Cell Animation)
Kata “cell”
berasal dari kata “celluloid”, yang merupakan bahan dasar atau material yang
digunakan untuk membuat film gambar bergerak. Pembuatan animasi macam ini
ketika tahun-tahun awal adanya animasi. Sekarang, material film dibuat dari
asetat (acetate), bukan celluloid. Potongan animasi dibuat pada sebuah potongan
aset atau sel (cell). Sel animasi biasanya merupakan lembaran-lembaran yang
membentuk sebuah frame animasi tunggal. Masing-masing sel merupakan bagian yang
terpisah sebagai objek animasi. Misalnya ada tiga buah animasi sel, sel pertama
berisi satu animasi karakter, sel kedua berisi animasi karakter lain, dan sel
terakhir berisi latar animasi. Ketiga animasi sel ini akan disusun berjajar,
sehingga ketika dijalankan animasinya secara bersamaan, terlihat seperti satu
kesatuan.
1)
Animasi
Frame (Frame Animation)
Animasi
frame merupakan bentuk animasi yang paling sederhana. Animasi ini menampilkan
rangkaian gambar yang berurutan atau bergantian ditunjukan secara cepat.
Pergantian gambar ini diukur dalam satuan fps (frame per second). Antara gambar
satu (frame satu) dengan gambar lain (frame lain) berbeda. Dalam sebuah film,
serangkaian frame bergerak melalui proyektor film dengan kecepatan sekitar 24
frame per detik. Kita bisa menangkap adanya gerak di layar karena setiap frame
mengandung satu gambar yang tampil pada layar begitu frame yang bersangkutan
muncul. Kecepatan 24 frame per detik ini karena merupakan ambang batas. Jika
kurang dari itu maka yang akan dilihat di layar adalah gambar yang kabur.
Contoh animasi ini adalah ketika kita membuat rangkaian gambar yang berbeda
pada tepian sebuah buku, kemudian kita buka buku tersebut sedemikian rupa
menggunakan jempol, maka gambar akan terlihat bergerak. Dalam Macromedia Flash,
animasi ini dibuat dengan teknik animasi keyframe, teknik ini sering digunakan
untuk mendapatkan animasi objek yang tidak bisa didapatkan dengan teknik
animasi tween, teknik animasi path dan teknik animasi script.
(Gambar contoh animasi frame)
1) Animasi Sprite (Sprite Animation)
Animasi
sprite yaitu obyek yang diletakan dan dianimasikan pada bagian puncak grafik
dengan latar belakang diam. Tidak seperti animasi cel dan animasi frame, setiap
objek dalam animasi sprite bergerak tidak dalam waktu bersamaan, memiliki besar
fps yang berbeda dan pengeditan hanya dapat dilakukan pada masingmasing objek
sprite. Setiap objek animasi disebut “sprite”.
Sprite adalah setiap bagian dari animasi yang bergerak secara mandiri,
misalnya burung terbang, planet berotasi, atau bola memantul-mantul. Sprite
beranimasi dan bergerak sebagai obyek yang mandiri. Dalam animasi sprite,
sebuah gambar tunggal atau berurutan dapat ditempelkan dalam sprite. Sprite
dapat dianimasikan dalam satu tempat, seperti halnya planet berputar atau
burung bergerak.
(Gambar contoh animasi sprite)
1) Animasi Lintasan (Path Animation)
Animasi
lintasan adalah animasi dari obyek yang bergerak sepanjang garis kurva yang
ditentukan sebagai lintasan. Misalnya membantu membuat animasi kereta api yang
bergerak pada lintasan rel. Biasanya dalam animasi path diberi perulangan
animasi, sehingga animasi terus berulang hingga mencapai kondisi tertentu.
Kadangkala animasi sprite disebut juga animasi lintasan, jika meletakkan sprite
yang bergerak sepanjang garis kurva sebagai lintasan. Sprite yang bergerak
sepanjang lintasan tersebut, dapat tunggal, bitmap pejal yang tidak berubah
atau dapat berupa bitmap yang diurutkan sehingga membentuk loop atau putaran
animasi. Misalnya untuk membuat animasi looping pendek, tiga atau empat frame
dari burung yang mengepakkan sayapnya. Kebanyakan perangkat lunak animasi
memungkinkan membuat animasi looping dari animasi yang pendek ini.Dalam
Macromedia Flash, animasi jenis ini didapatkan dengan teknik animasi path,
teknik ini menggunakan layer tersendiri yang didefinisikan sebagai lintasan
gerakan objek.
(Gambar contoh animasi lintasan)
1)
Animasi
Spline
Spline
adalah representasi matematis dari kurva.
Bila obyek bergerak, biasanya tidak mengikuti garis lurus, tetapi
mengikuti garis lintasan yang berbentuk kurva, kurva ini didapatkan dari
representasi perhitungan matematis. Program animasi komputer memungkinkan untuk
membuat animasi spline dengan lintasan gerakan berbentuk kurva. Hasil gerakan
animasi ini lebih halus dibandingkan dengan animasi path. Untuk mendefinisikan
animasi spline, posisikan pada sebuah titik pijak. Kurva itu sendiri melewati
titik pijak. Titik pijak mendefinisikan awal dan akhir titik dari bagian kurva
yang berbeda. Masing-masing titik pijak dapat dikendalikan sehingga
memungkinkan untuk mengubah bentuk kurva antara dua titik pijak.
2)
Animasi
Vektor (Vector Animation)
Animasi
vektor mirip dengan animasi sprite, perbedaannya hanya terletak pada gambar
yang digunakan dalam objek sprite-nya. Pada animasi sprite, gambar yang
digunakan adalah gambar bitmap, sedangkan animasi vektor menggunakan gambar
vektor dalam objek sprite-nya. Penggunaan vektor ini juga mengakibatkan ukuran
file animasi vektor menjadi lebih kecil dibandingkan dengan file animasi
sprite. Sebuah vektor merupakan garis yang memiliki ujung-pangkal, arah, dan
panjang.
3)
Animasi
Karakter (Character Animation)
Animasi
karakter seperti dalam film kartun berbasis 3 dimensi, oleh karena itu ada juga
yang menyebutnya sebagai animasi 3D. Gerakan hierarkis mulut, mata, muka dan
tangan yang bergerak tetapi semua gerakan pada waktu yang sama untuk membuat
animasi tunggal dan bitmap mudah. Untuk membuat animasi karakter yang hidup dan
meyakinkan merupakan sebuah seni yang membutuhkan pertimbangan khusus dalam
pengerjaannya.
4)
Computational
Animation
Menggerakkan
satu kata di layar monitor dengan cara membuat serangkaian frame yang
menunjukkan jalannya kata di layar, yang tiap framenya mewakili satu moment
dalam satu waktu selama kata itu bergerak. Tapi ini bisa tidak efisien, sebab
frame itu memakan banyak memori, dan butuh waktu lama bagi pemakai untuk
membuat frame. Dengan computational animation, menggerakkan objek di layar
cukup dengan memvariasikan koordinat x dan y-nya. Koordinat x merupakan posisi
horizontal objek, yaitu berapa jauh kiri-kanan layar. Koordinat y merupakan
posisi vertikal, yaitu berapa jauh atas-bawah layar.
5)
Morphing
Morphing
adalah mengubah satu bentuk menjadi bentuk lain dengan menampilkan serangkaian
frame yang menciptakan gerakan halus begitu bentuk pertama merubah dirinya
menjadi bentuk lain. Hal ini dilakukan dengan program Morpheus. Perangkat lunak
morphing menciptakan frame transisi secara otomatis.Dalam Macromedia Flash
animasi jenis ini dilakukan dengan teknik tweening shape.
6)
Animasi
Clay
Animasi ini
sering disebut juga animasi doll (boneka). Animasi ini dibuat menggunakan
boneka-boneka tanah liat atau material lain yang digerakan perlahan-lahan,
kemudian setiap gerakan bonekaboneka tersebut difoto secara beruntun. Setelah
proses pemotretan selesai, rangkaian foto dijalankan dalam kecepatan tertentu
sehingga dihasilkan gerakan animasi yang unik.
7)
Animasi
Digital
Animasi
digital adalah penggabungan teknik animasi cell (Hand Drawn) yang dibantu
dengan komputer. Gambar yang sudah dibuat dengan tangan kemudian dipindai,
diwarnai, diberi animasi, dan diberi efek di komputer, sehingga animasi yang
didapatkan lebih hidup tetapi tetap tidak meninggalkan identitasnya sebagai
animasi 2 dimensi.
Selain itu Munir (2012) menyebutkan
jenis-jenis animasi diantaranya:
1)
Animasi
2d (2 Dimensi)
Animasi dua
dimensi atau animasi dwi-matra dikenal juga dengan nama flat animation. Pada
awalnya diciptakan animasi berbasis dua dimensi (2D Animation). Realisasi nyata
dari perkembangan animasi dua dimensi yang cukup revolusioner berupa dibuatnya
film-film kartun. Untuk itu animasi 2D biasa juga disebut dengan film kartun.
Kartun sendiri berasal dari kata Cartoon, yang artinya gambar yang lucu. Film
kartun itu kebanyakan film yang lucu. Contohnya Tom and Jerry, Scooby Doo,
Doraemon.
2)
Animasi
3d (3 Dimensi)
Animasi 3D
adalah pengembangan dari animasi 2D. Dengan animasi 3D, karakter yang
diperlihatkan semakin hidup dan nyata, mendekati wujud manusia aslinya.
Contohnya film Toy Story buatan Disney (Pixar Studio).
3)
Stop
Motion Animation
Animasi ini
juga dikenali sebagai claymation
karena animasi ini menggunakan clay (tanah liat) sebagai objek yang di
gerakkan. Animasi ini memakai plasticin, bahan lentur seperti permen karet.
Tokoh-tokoh dalam animasi Clay dibuat dengan memakai rangka khusus untuk
kerangka tubuhnya. Setelah tokohtokohnya siap, lalu difoto gerakan per gerakan.
4)
Animasi
Tanah Liat (Clay Animation)
Animasi
Clay termasuk salah satu jenis dari Stop-motion picture.
5)
Animasi
Jepang (Anime)
Anime
mempunyai karakter yang berbeda dibandingkan dengan animasi buatan Eropa. Anime
biasanya menggunakan tokoh-tokoh karakter dan background yang digambar
menggunakan tangan dan sedikit bantuan komputer.
6)
Jenis
Animasi File Gif
Animasi GIF
merupakan teknik animasi sederhana yang menggunakan prinsip animasi dasar
berupa gambar-gambar yang saling dihubungkan.
A. Animasi
dalam Pembelajaran
Animasi adalah penggambaran dinamis
yang dapat digunakan untuk membuat proses perubahan menjadi jelas bagi peserta
didik (Schnotz & Lowe, 2003 dalam Munir, 2012). Selama ini animasi
digunakan dalam media pembelajaran untuk dua alasan. Pertama, untuk menarik
perhatian siswa dan memperkuat motivasi. Animasi jenis ini biasanya berupa
tulisan atau gambar yang bergerak-gerak, animasi yang lucu, aneh yang sekiranya
akan menarik perhatian siswa. Animasi ini biasanya tidak ada hubungannya dengan
materi yang akan diberikan kepada murid. Fungsi yang kedua adalah sebagai sarana
untuk memberikan pemahaman kepada murid atas materi yang akan diberikan (Utami,
2011). Banyak pendidik yang percaya bahwa animasi adalah perangkat yang
superior dibandingkan ilustrasi statis untuk pembelajaran aktif. Untuk memahami
situasi dinamis yang secara eksternal direpresentasikan oleh suatu grafik
statis, peserta didik mestilah pertama-tama membangun sebuah gambaran model
dinamis dari suatu informasi statis yang diberikan. Sebaliknya, animasi menawarkan kepada peserta
didik suatu representasi dinamis yang jelas dari sebuah keadaan/situasi. Di
sisi lain, sifat sementara (transitory) dari tampilan dinamis dapat menyebabkan
beban kognitif lebih tinggi, dikarenakan peserta didik memiliki kendali yang
lebih rendah pada kecepatan pemrosesan informasi mereka (Munir, 2012).
B. Contoh
Video Animasi
III.
PENUTUP
Dari pembahasan tentang animasi
dalam multimedia dapat disimpulkan bahwa animasi adalah gambar bergerak
berbentuk dari sekumpulan objek yang disusun secara beraturan. Ada beberapa
manfaat dan keuntungan animasi, salahsatunya adalah mempermudah penggambaran
dari suatu materi. Dari manfaat animasi tersebut dapat disimpulkan bahwa
animasi dapat digunakan dalam pembelajaran. Penggunaan animasi dapat menarik
perhatian siswa dan memperkuat motivasi siswa, karena animasi berupa tulisan atau
gambar yang bergerak-gerak, animasi yang lucu, aneh yang sekiranya akan menarik
perhatian siswa.
REFERENSI
Mayer, R.E., & Moreno, R. (2002). Animation as an Aid to Multimedia Learning.
Educational Psychology Review, 14, 87-99
Munir. (2012). Multimedia
Konsep dan Aplikasi dalam Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Purnasiwi, Rona
Guines.; Kurniawan, Mei P. (2013). Perancangan
dan Pembuatan Animasi 2D “Kerusakan Lingkungan” dengan Teknik Masking. Jurnal
Ilmiah DASI Vol. 14 No. 04 Desember 2013, hlm 54 – 57.
Pusat Bahasa – Depdiknas – Organizational Body.
(2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia
(KBBI). Edisi 4. Jakarata: Gramedia Pustaka Utama.
Utami, Dina. (2011). Animasi dalam Pembelajaran. Majalah Ilmiah Pembelajaran Nomor 1
Volume 7 Mei 2011 44- 52.
Referensi
Gambar dan Video
·
Gambar
1 (judul)
· Gambar
contoh animasi frame
·
Gambar
contoh animasi sprite
·
Gambar
contoh animasi lintasan
·
Video
contoh animasi




Tidak ada komentar:
Posting Komentar