Senin, 29 Oktober 2018

AUDIO DALAM MULTIMEDIA


BOOK REPORT
Judul Buku                              : MULTIMEDIA Konsep & Aplikasi dalam Pendidikan
Penulis                                     : Munir
Tahun                                      : 2012

AUDIO DALAM
MULTIMEDIA
A.    KONSEP AUDIO
Dari segi multimedia, audio didefinisikan sebagai suara dalam bentuk digital seperti suara, musik, narasi dan sebagainya yang bisa didengar. Menurut Steinmetz (1995), audio adalah fenomena yang dihasilkan oleh getaran suatu objek contohnya gesekan biola. Mai dkk. (1997) menyatakan suara yang didengar setiap hari dihasilkan apabila suatu objek bergetar (pergerakan ke depan dan ke belakang) di udara (atau medium lain) serta melalui tekanan udara.
KELEBIHAN DAN KELEMAHAN AUDIO
Kelebihan audio di dalam multimedia adalah:
·         Sebagai media untuk memberikan motivasi.
·         Untuk menyampaikan materi-materi tertentu.
·         Membantu peserta didik fokus pada materi yang dipelajari.
Kelemahan audio di dalam multimedia adalah:
·         Memerlukan tempat penyimpanan yang besar di dalam komputer.
·         Memerlukan software dan hardware yang spesifik.

B.     MACAM-MACAM AUDIO
Audio atau suara dibedakan ke dalam tiga macam yaitu:
·         Percakapan (speech) berupa suara dari orang yang berbicara.
·         Musik berupa suara yang dihasilkan oleh alat-alat musik.
·         Efek suara (sound effect) merupakan suara selain percakapan dan musik.
Dalam perkembangannya ada beberapa macam audio, diantaranya:
·         Audiovisual adalah perangkat soundsistem yang dilengkapi dengan penampilan gambar.
·         Audio streaming adalah istilah yang dipergunakan untuk mendengarkan siaran secara langsung (live) melalui internet.
·         Audio respons adalah suara yang dihasilkan oleh komputer.
·         Audio Modem Riser adalah sebuah kartu plug-in untuk motherboard Intel yang memuat sirkuit audio dan atau sirkuit modem.

C.    FREKUENSI, AMPLITUDO, DAN VELOCITY
FREKUENSI
Kualitas suara bergantung pada frequency – hertz (hz) dan loudness – decibel (Db). Frekuensi adalah banyaknya periode dalam 1 detik.
AMPLITUDO
Amplitudo menunjukkan keras lemahnya suara atau tinggi rendahnya gelombang. Satuan amplitudo adalah decibel (db).
VELOCITY
Velocity adalah kecepatan perambatan gelombang suara sampai ke telinga pendengar.
D.    KUALITAS SUARA
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan untuk memastikan kualitas suara yang baik adalah:
·         Ukuran sampel (sample rate), di mana semakin tinggi ukuran sampel itu, maka semakin tinggi kualitas audio itu.
·         Ukuran sampel berkaitan dengan bilangan bit yang digunakan untuk menyimpan informasi audio itu.
·         Saluran yang digunakan, terdapat dua jenis saluran yaitu saluran 1 dikenal sebagai mono dan saluran 2 dikenal sebagai stereo.
E.     PENSAMPELAN AUDIO
KADAR SAMPEL (SAMPLE RATE) DAN UKURAN SAMPEL (SAMPLE SIZE)
Kadar sampel adalah kekerapan sampel untuk suatu audio itu diambil. Kadar sampel diukur dalam unit Hertz (HZ). Ukuran sampel merupakan bilangan bit yang digunakan untuk menyimpan informasi mengenai audio tersebut. Dua jenis ukuran sampel yang utama adalah 8 bit dan 16 bit.
ALAT MELAKSANAKAN PENSAMPELAN
·         Analog to Digital Conversion (ADC)
Analog to Digital Conversion (ADC) yaitu proses mengubah amplitudo gelombang suara ke dalam waktu interval tertentu (disebut juga sampling), sehingga menghasilkan representasi digital dari suara.
·         Digital to Analog Converter (DAC)
Digital to Analog Converter (DAC) adalah proses mengubah digital audio menjadi sinyal analog.
F.     PENYIMPANAN DATA AUDIO
CARA PENYIMPANAN DATA AUDIO
Terdapat dua cara untuk penyimpanan data audio digital:
·         Audio berbentuk gelombang (waveform audio/digital audio)
·         MIDI
PERBANDINGAN ANTARA MIDI DAN WAVEFORM AUDIO
KEBAIKAN DAN KELEMAHAN MIDI DIBANDINGKANWAVEFORM AUDIO
Kebaikan MIDI dibandingkan waveform audio, antara lain:
·         Ukuran yang kecil dibandingkan waveform audio
·         Kebanyakan file format MIDI adalah lebih baik kualitasnya
·         Tempoh masa atau panjangnya file MIDI bisa diminda melalui berbagai variasi tempo
Kelemahan MIDI dibandingkan waveform audio, antara lain:
·         Data MIDI disimpan dalam bentuk nota musik.
·         MIDI sulit digunakan untuk tujuan rekaman dialog dan suara.
PEMILIHAN FORMAT AUDIO MIDI ATAU WAVEFORM AUDIO
Secara umum, MIDI digunakan apabila:
·          Faktor RAM dan ruang storan yang minimum atau kemampuan memproses yang rendah.
·         Mempunyai sumber audio MIDI yang berkualitas tinggi.
·         Tidak memerlukan dialog atau percakapan.
Waveform audio digunakan apabila:
·         Mengembangkan aplikasi multimedia yang melibatkan narasi, rekaman suara, dan dialog.
·         Tidak mempunyai kuasa dalam menentukan jenis sistem untuk mainbalik.
·         Mempunyai sumber perkomputeran untuk menguruskan file dalam bentuk digital.
G.    FORMAT AUDIO DALAM MULTIMEDIA
Format audio adalah:
1. Type file = .aiff (Audio Interchange File Format).
2. Type file = .au dan .snd
3. Type file = .ra atau .rm (Real Audio)
4. Type file = .mp3 (MPEG audio layer 3)
5. Type file = .mov (Quicktime Movie)
6. Type file = .swa (Shockware Audio)
7. Type file = .asf (Advance Streaming Format)
Ada beberapa jenis obyek audio yang bisa digunakan dalam produksi multimedia, yaitu format waveform audio, aiff, dat, ibf, mod, rmi, sbi, snd, voc, au, MIDI sound track, compact disc audio, dan MP3 file (Mohammad Suyanto, 2003).
FORMAT WAVEFORM AUDIO
FORMAT AIFF
AIFF merupakan singkatan dari Audio Interchange File Format (AIFF).
FORMAT DAT
DAT merupakan singkatan dari Digital Audio Tape.
FORMAT IBF
File dengan ektensi .IBK merupakan file dari Sound Blaster Instrument Bank, yang digunakan untuk mendefinisikan sebuah grup sampai 128 instrumen.
FORMAT MOD
File .MOD merupakan file kontrol yang dibuat untuk digunakan pada Sound System dari komputer. File MOD berisi seperangkat instrumen dalam bentuk sampel.
FORMAT RMI
File MIDI diintegrasikan ke dalam format RIFF yang umum. File ini sering memakai ektensi .RMI yang merupakan kependekan RMID yang mengindikasikan versi RIFF dari MIDI.
FORMAT SBI
File dengan ektensi .SBI merupakan file dari Sound Blaster Instrument (SBI).
FORMAT SND
Ekstensi .SND adalah sebuah file yang mengandung sound.
FORMAT VOC
Format asli yang digunakan produk-produk Sound Blaster dari Creative Lab adalah file VOC dengan ekstensi .VOC.
FORMAT AU
Format file AU merupakan format audio yang sangat jelas.
FORMAT MIDI
MIDI singkatan dari Musical Instrument Digital Interface. MIDI adalah cara paling hemat atau efisien membuat atau merekam musik di komputer multimedia.
AUDIO CD
Pustaka musik dan efek-efek suara biasanya tersimpan dalam audio CD yang mempunyai format yang sama pada CD player.
FORMAT MP3
MP3 merupakan format file audio yang menggunakan suatu codec untuk melakukan encoding (compressing) dan decoding (decompressing) suatu rekaman musik.
 HYPERAUDIO
Hyperaudio adalah audio yang dimainkan secara berulang kali dengan penyajian multimedia.
OGG VORBIS
·         Ogg Vorbis format file yang terbuka dan gratis Ogg Vorbis merupakan satu-satunya format file yang terbuka dan gratis.
·         Perbandingan Codec; vorbis bebas dan gratis untuk digunakan, diimplementasikan, bahkan dimodifikasi sesuai kebutuhan, dan tetap menghasilkan berkas-berkas yang lebih kecil dibanding codec lain, dengan kualitas yang setara atau lebih baik.
H.    ALAT INPUT DAN OUTPUT AUDIO
ALAT INPUT AUDIO
Audio add-on card dapat mengambil input analog, misalnya mikrofon kemudian dibuat digital serta dapat disimpan.
ALAT OUTPUT SUARA
Ada dua tipe dari alat output suara, yaitu unit voice response dan unit speech synthesis.
TERMINAL SEBAGAI INPUT DAN OUTPUT AUDIO DALAM MULTIMEDIA
Terminal merupakan alat yang dapat berfungsi sebagai input dan output audio. Terminal dapat dikelompokan dalam dua fungsi, yaitu terminal yang befungsi umum dan terminal yang berfungsi khusus.
PENERAPAN ATAU APLIKASI AUDIO CONFERENCING
Audio conferencing adalah interaksi atau konferensi langsung dalam bentuk audio (suara) antar dua orang atau lebih yang berada pada tempat berbeda.
I.       KOMPRESI AUDIO
METODE MEMPELAJARI PENDENGARAN MANUSIA
Ada beberapa metode dalam mempelajari pendengaran manusia antara lain:
·         Model psikoakustik
·         Auditory masking
·         Critical band
·         Joint stereo
KOMPRESI AUDIO LOSSLESS DAN LOSSY
Kompresi audio adalah salah satu bentuk kompresi data yang bertujuan untuk mengecilkan ukuran file audio dengan metode, yaitu:
·         Kompresi Audio Lossless: menghasilkan representasi data digital yang dapat diperluas ke tempat digital duplikat dari stream audio asli.
·         Kompresi Audio Lossy: menggunakan psychoacoustics untuk mengakui bahwa tidak semua data dalam aliran audio dapat dirasakan oleh sistem pendengaran manusia.
Ciri-ciri kompresi audio lossy adalah:
·         Adaptive Differetial Pulse Code Modulation
·         Linier Predective Coding (LPC) difungsikan untuk menyesuaikan sinyal data yang ada dengan sinyal suara manusia.
·         Code Excited Linear Predicator (CELP) bekerja mirip seperti LPC, tetapi ada tambahan CELP dapat memancarkan data suara yang salah.
METODE KOMPRESI AUDIO
·         Metode Transformasi (Transform Domain)
·         Metode Waktu (Time Domain)
J.      AUDIO DALAM MULTIMEDIA PEMBELAJARAN
Pemanfaatan media audio dalam pembelajaran dipergunakan dalam:
·         Pembelajaran music literary (pembacaan sajak), dan kegiatan dokumentasi.
·         Pembelajaran bahasa asing
·         Pembelajaran melalui radio atau radio pendidikan
Unsur audio dalam multimedia pembelajaran dapat berupa dialog, monolog, narasi, sound/special efek, dan ilustrasi musik. Pengembangan media audio sama halnya dengan pengembangan media lainnya, yang secara garis besar meliputi kegiatan perencanaan, produksi, dan evaluasi.
Kelemahan atau kekurangan media audio antara lain:
·         Memerlukan suatu pemusatan pengertian pada suatu pengalaman yang tetap dan tertentu,
·         Media audio yang menampilkan simbol digit dan analog dalam bentuk auditif adalah abstrak, sehingga pada hal hal tertentu memerlukan bantuan pengalaman visual.
·         Media ini hanya akan mampu melayani secara baik bagi mereka yang sudah mempunyai kemampuan dalam berfikir abstrak.
·         Penampilan melalui ungkapan perasan atau simbol analog lainnya dalam bentuk suara harus disertai dengan perbendaharaan pengalaman analog tersebut pada si penerima.

Senin, 22 Oktober 2018

TEKS DALAM MULTIMEDIA


Seperti yang telah dijelaskan dalam tulisan sebelumnya, teks merupakan salahsatu dari komponen multimedia. Teks dalam multimedia sangat diperlukan untuk penyajian informasi ataupun untuk memperjelas informasi. Sekalipun sebuah gambar mungkin menggambarkan ribuan kata-kata, tetapi gambar tersebut tanpa dilengkapi dengan teks ataupun beberapa kutipan deskriptif maka akan sulit diterima dan pengenalan gambar tersebut kurang menarik (Effendi dan Murinto, 2014). Teks adalah media yang lebih dahulu digunakan di dalam menyampaikan informasi. Namun dalam penggunaannya di dalam komputer, teks adalah media yang paling awal dan juga paling sederhana. Di awal-awal perkembangan teknologi komputer, teks adalah media yang dominan digunakan. Begitu pula di dalam perkembangan internet, dimana teks merupakan satunya- satunya media. Namun sekarang teks bukan lagi media yang dominan karena perkembangan teknologi komputer telah demikian maju (Munir, 2012). Dalam tulisan ini, penulis akan membahas tentang pengertian teks, elemen dan ciri-ciri teks, program untuk menghasilkan dan merubah teks, serta kelebihan dan kelemahan teks.  
A.    PENGERTIAN TEKS
Bentuk data multimedia yang paling mudah disimpan dan dikendalikan adalah teks. Teks merupakan yang paling dekat dengan kita dan yang paling banyak dilihat. Teks dapat membentuk kata, surat atau narasi dalam multimedia yang menyajikan bahasa kita. Teks merupakan alat komunikasi yang utama. Ketika kita ingin menulis atau menginginkan sebuah informasi, tentunya kita harus mencari sumber yang kredibel sehingga informasi tersebut dapat dipercaya. Mencari sumber yang kredibel tentunya tidaklah sulit jika dilakukan sekarang karena kecanggihan teknologi salahsatunya internet sudah berkembang pesat. Salahsatu yang bisa dicari dari internet misalnya adalah yang berbentuk tulisan atau yang biasa kita sebut dengan teks. Teks merupakan salahsatu bentuk dari beberapa media yang digunakan untuk menggabungkan dan menyampaikan informasi di dalam multimedia. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) teks adalah naskah yang berupa kata- kata asli dari pengarang atau bahan tertulis untuk dasar memberikan pelajaran, berpidato, dan sebagainya. Teks juga dapat di artikan sebagai “any form of written materials; a computer that can be process” (Oxford Learner’s Pocket Dictionary).
Sebagian besar multimedia menggunakan teks karena sangat efektif untuk menyampaikan ide atau panduan kepada pengguna. Dengan perkembangan teknologi multimedia, teks dapat dikombinasikan dengan media lain dengan cara yang lebih powerful dan bermakna untuk menyajikan informasi. Kebutuhan teks bergantung pada kegunaan aplikasi multimedia. Teks adalah jenis data paling dasar serta menggunakan ruang penyimpanan paling sedikit dibandingkan dengan elemen- elemen multimedia lain. Teks merupakan cara yang biasa digunakan untuk menyampaikan informasi. Teks biasanya digabungkan dengan gambar, audio, dan video. Teks merupakan komponen kunci untuk setiap aplikasi karena teks atau tulisan adalah dasar dari semua aplikasi multimedia yang akan dibuat. Tidak mengherankan jika sebuah produk multimedia itu bergantung pada teks dalam berbagai hal seperti didalam menjelaskan bagaimana suatu aplikasi bekerja, membantu pengguna didalam suatu aplikasi dan untuk menyebarkan informasi melalui aplikasi- aplikasi yang telah didesain. Jadi teks merupakan salah satu media penting yang diperlukan dalam sebuah multimedia karena informasi disampaikan dan disebarkan dengan mudah dan bermakna (Munir, 2012). Selain itu, teks juga efektif untuk menyampaikan informasi verbal, merangsang daya pikir kognitif karena memperjelas media lainnya (Surasmi, 2016).

B.     ELEMEN DAN CIRI-CIRI TEKS
Menurut Munir (2012) elemen- elemen teks dikategorikan pada:
·         Abjad atau huruf yang terdiri dari karakter alphabet A – Z termasuk huruf kecil dan huruf besar bergantung pada bahasa yang digunakan.
·         Nomor terdiri dari 0 – 9
·         Huruf-huruf khusus, serta tanda bacaan ( . , ; : ‘ “ ), tanda-tanda/ sign ( $ + - = ) dan karakter/huruf tidak bercetak (carriage return, line feed).
·         Teks bisa diuraikan berdasarkan ciri- ciri berikut ini:
·         Ascender – merupakan huruf-huruf yang mempunyai upstroke seperti huruf ‘h’ , ‘b’ dan ‘d’ (bagian tangkai huruf kecil yang melewati ke atas /meanline).
·         Descender – merupakan huruf- huruf mempunyai downstroke yang terletak di bawah garis dasar seperti huruf ‘p’ , ‘q’ dan ‘y’(bagian tangkai yang melewati ke bawah /baseline).
·         Leading – merupakan ruang antara font yang berada di atas font yang berada di bawah ruang diantara baris (line spacing).
·         Tracking – merupakan jarak diantara huruf yang tidak hanya dua karakter (letter spacing).
·         Kerning – merupakan ruang diantara dua huruf yang biasanya kelihatan seperti berdempetan (pengukuran jarak antar huruf) .
·         Serif – merupakan huruf yang memiliki garis- garis kecil yang berdiri horizontal pada badan huruf atau dekorasi pada ujung suatu huruf.

C.    PROGRAM UNTUK MENGHASILKAN DAN MENGUBAH TEKS
Program pemeroses kata seperti Microsoft Word dan Word Perfect sangat penting di dalam proses pengembangan sebuah aplikasi multimedia yang memerlukan penggunaan teks yang banyak. Sekiranya sebuah aplikasi tersebut tidak memerlukan penggunaan teks yang banyak, maka program pengembangan multimedia seperti Macromedia Authorware, ToolBook dan sebagainya bisa digunakan untuk teks yang dikehendaki. Selain itu, program- program grafik seperti Adobe Photoshop, Adobe Ilustrator, Macromedia Freehand dan Fontgrapher, bisa juga digunakan untuk membentuk teks- teks berbentuk grafik yang lebih menarik untuk digunakan sebagai judul, menu dan sebagainya. Program- program ini biasanya bisa menghasilkan teks- teks yang mempunyai berbagai makna khusus dan istimewa seperti bayang- bayang, teks bercahaya, teks tiga dimensi (3D), dan sebagainya. Perangkat lunak pengolah teks yang banyak digunakan adalah Microsoft Word, Wordstar for Windows dan Word Perfect. Diantara ketiganya yang paling populer adalah Microsof Word. Feature baru dari Microsoft Word antara lain membuat format lebih mudah, menggunakan Reviewing toolbar untuk kolaborasi dokumen, menggunakan speech recognation untuk memilih menu, tool bar, dialog box, dan task pane dengan menggunakan suara dan menggunakan handwriting reconation untuk memasukkan teks ke dalam dokumen (Munir, 2012).

D.    KELEBIHAN DAN KELEMAHAN TEKS DALAM MULTIMEDIA
Ada beberapa kelebihan dan kelemahan teks dalam multimedia, Waryanto (2008) dan Munir (2012) mengemukakan bahwa kelebihan teks dalam multimedia:
         Teks hanya membutuhkan media penyimpanan yang berukuran kecil.
         Teks dapat digunakan untuk menyampaikan informasi yang padat (condensed).
         Teks dapat digunakan untuk materi yang rumit dan komplek seperti rumus- rumus matematika atau penjelasan suatu proses yang panjang.
         Teknologi untuk menampilkan teks pada layar komputer relatif lebih sederhana dibandingkan teknologi untuk menampilkan media lain. Konsekuensinya media ini juga lebih murah bila dibandingkan media- media lain.
         Sangat cocok sebagai media input maupun umpan balik (feedback).
Sementara kelemahan dari teks yaitu:
         Kurang kuat bila digunakan sebagai media untuk memberikan motivasi.
         Mata cepat lelah ketika harus menyerap materi melalui text yang panjang dan padat pada layar komputer.













REFERENSI
Effendi, Zulkarnain., dan Murinto. (2014). Aplikasi Multimedia Sebagai Media Informasi Pada Pengenalan Monumen Yogya Kembali Yogyakarta. Jurnal Teknik Informatika Volume 2 No.1 Februari 2014.
Munir. (2012). Multimedia Konsep dan Aplikasi dalam Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Oxford Learner’s Pocket Dictionary. (2008). Fourth Edition. Oxford University Press.
Pusat Bahasa – Depdiknas – Organizational Body. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Edisi 4. Jakarata: Gramedia Pustaka Utama.  
Surasmi, Wuwuh, Asrining. (2016). Pemanfaatan Multimedia Untuk Mendukung Kualitas Pembelajaran. Jurnal Prosiding Temu Ilmiah Nasional Guru (TING) VIII.
Waryanto, Nur Hadi. (2008). Multimedia Interaktif dalam Pembelajaran. Jurnal Kegiatan Diklat Guru SMK.

.