Innovation (inovasi) adalah suatu ide, barang, kejadian, atau
metode yang dirasakan atau diamati sebagai suatu hal yang baru bagi seseorang
atau sekelompok orang, baik itu berupa hasil diskoveri maupun invensi. Tujuan
diadakan inovasi adalah untuk memecahkan suatu masalah tertentu (Kristiawan,
dkk. 2018:3). Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa inovasi bersifat subyektif
dan spesifik. Berikut ini beberapa pengertian inovasi menurut para ahli dalam
Kristiawan, dkk. (2018:3-6).
1.
An innovation is an idea for accomplishing some
recognition social and in a new way or for a means of accomplishing some social
(Elly, 1982, Seminar on Educational Change). Artinya sebuah inovasi adalah ide untuk mendapatkan
pengakuan sosial dan cara baru atau sarana untuk mencapai pengakuan sosial.
2.
An innovation is any idea, practice, or mate artifact
perceived to be new by the relevant unit of adopt. The innovation is the change
object. A change is the alter a part of the actor in response to a situation.
The requirement of the situation often involve to a new requirement is
aninventive process producing an invention. However, all innovations, since not
everything an individual or formal or informal group adopt is perceived as new
(Zaltman, Duncan, 1977).
Artinya, sebuah inovasi adalah ide, praktik, atau artefak yang dianggap
baru oleh unit yang relevan. Inovasi adalah perubahan obyek. Perubahan adalah
bagian dari bentuk tanggapan terhadap situasi. Dalam suatu situasi memerlukan
proses kreatif untuk menghasilkan sebuah penemuan. Namun, tidak semua hal
pembaharuan itu disebut inovasi, karena tidak semua kelompok individu baik
kelompok formal maupun informal menganggap suatu hal tersebut merupakan hal
yang baru.
3.
The term innovation is usually employed in three
different context. In one context it is synonymeous with invention; that is, it
refers to a creative process whereby two or more existing concepts or entities
are combined in some novel way to produce a configuration not previously known
by the person involved. A person or organization performing this type of
activity is usually said to be innovative. Most of the literature on creativity
treats the term innovation in this fashion (Zaltman, Duncan, Holbek. 1973).
Artinya, inovasi biasanya digunakan dalam tiga konteks berbeda. Dalam
satu konteks sama dengan penemuan, yakni mengacu pada proses kreatif dimana dua
atau lebih konsep yang ada digabungkan dalam beberapa cara baru untuk
menghasilkan suatu konfigurasi yang belum diketahui oleh orang. Seseorang atau
kelompok orang yang melakukan hal ini biasa disebut inovatif.
4.
Innovation is the creative selection, organization,
and utilization of human and material resources in new and unique ways which
will result in the attainment of a higher level of achievement for the defined
goals and objectives (Huberman, 1973). Artinya, inovasi adalah proses kreatif dalam memilih,
mengorganisasi, dan memanfaatkan sumber daya manusia dan material dalam
cara-cara baru atau dan unik yang akan menghasilkan pencapaian lebih tinggi
untuk tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.
5.
Innovation is a species of the genus “change”.
Generally speaking it seems useful to define an innovation as a deliberate,
novel, specific change, which is though to be more efficacious in accomplishing
the goal of system. From the point of view of this book (innovation in
education), it seem helpful to consider innovations as being willed and planned
for rather than as accruing haphazardly (Miles, 1964).
Artinya, inovasi adalah spesies dari genus “perubahan”. Secara umum
tampaknya berguna untuk mendefinisikan inovasi sebagai sesuatu yang disengaja,
baru, dan perubahan spesifik yang lebih berguna dalam pencapaian suatu tujuan.
Inovasi tampaknya membantu untuk mempertimbangkan inovasi tersebut sebagai
sesuatu yang direncanakan dengan matang, sehingga bukan diperoleh dengan cara
yang sembarangan.
6.
An innovation is an idea, practice, or object that is
perceived as new by an individual or other unit of adoption. It matters little,
so far as human behavior is concerned, whether or not an idea is “objectively”
new as measured by the lapse of time since its first use or discovery. The
perceived newness of the idea for the individual determines his or her reaction
to it. If the idea seems new to the individual, it is an innovation (Rogers,
1983).
Artinya,
sebuah inovasi adalah suatu ide, praktik, atau obyek yang dianggap baru oleh
individu atau kelompok individu. Tidak penting, sejauh perilaku manusia yang
bersangkutan, apakah ide itu “obyektif” baru yang diukur dengan selang waktu
sejak penggunaan pertama atau penemuan. Kebaharuan dirasakan dari sejauh mana
reaksi dari individu terhadap ide baru tersebut. Jika ide tersebut tampak baru
bagi individu tersebut, maka itulah yang disebut inovasi.
Dari
beberapa pengertian, dapat diketahui bahwa tidak terjadi perbedaan yang
mendasar tentang definisi inovasi antara satu dengan yang lain. Semua pendapat
menyatakan bahwa inovasi adalah suatu ide, hal-hal yang praktis, metode, cara
dan barang-barang buatan manusia yang diamati atau dirasakan sebagai suatu yang
baru bagi seseorang atau kelompok orang. Sesuatu yang baru itu dapat berupa
hasil diskoveri atau invensi yang dimanfaatkan dalam mencapai tujuan tertentu
dan untuk memecahkan masalah tertentu.
Inovasi
pembelajaran sendiri yaitu proses belajar
pada peserta didik yang dirancang, dikembangkan, dan dikelola secara
kreatif, dinamis, dengan menerapkan pendekatan multi ke arah yang lebih baik,
untuk menciptakan suasana dan proses pembelajaran yang kondusif. Selain itu,
inovasi pembelajaran juga dapat diartikan sebagai metode atau kiat seorang guru
dalam membelajarkan peserta didik dengan berbagai tujuan tertentu. Inovasi
pembelajaran merupakan sesuatu yang penting dan harus dimiliki atau dilakukan
oleh guru. Hal ini disebabkan karena pembelajaran akan lebih hidup dan bermakna.
Kemauan guru untuk mencoba menemukan, menggali, dan mencari berbagai terobosan,
pendekatan, metode, dan strategi pembelajaran merupakan salah satu penunjang
akan munculnya berbagai inovasi-inovasi baru. Tanpa didukung dengan kemauan
dari guru untuk selalu berinovasi dalam pembelajarannya, maka pembelajaran akan
menjenuhkan bagi peserta didik. Di samping itu, guru tidak dapat mengembangkan
potensi yang dimilikinya secara optimal. Mengingat sangat pentingnya inovasi,
maka inovasi menjadi sesuatu yang harus dicoba untuk dilakukan oleh setiap
guru. Oleh karena itu, seorang guru harus selalu melakukan inovasi dalam
pembelajaran.
Dalam hal
ini inovasi yang dimaksud adalah penggunaan media pembelajaran sebagai
penunjang dalam keberhasilan proses pembelajaran. Pemakaian media pembelajaran dalam proses
belajar mengajar dapat
membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan
rangsangan kegiatan pembelajaran, serta penyampaian pesan dan isi pelajaran
sehingga dapat membantu peserta didik
meningkatkan pemahaman karena
menyajikan informasi secara menarik dan terpercaya. Selain itu, media
pembelajaran juga memudahkan
penafsiran data dan memadatkan informasi. Hal ini memungkinkan
tercapainya tujuan pembelajaran yang pada akhirnya dapat meningkatkan proses
dan hasil belajar (Arsyad, 2016).
Media
pembelajaran merupakan komponen pembelajaran yang meliputi bahan dan peralatan.
Dengan masuknya berbagai teori dan teknologi, media pembelajaran terus
mengalami dan tampil dalam berbagai jenis. Beberapa kegunaan praktis dari
penggunaan media pembelajaran adalah dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi
sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar. Selain
itu, media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian peserta
didik sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih
langsung antara peserta didik dan lingkungannya, dan kemungkinan peserta didik
untuk belajar mandiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya. Media pembelajaran
juga dapat mengatasi keterbatasan ruang dan waktu. Selain itu, metode mengajar
akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan
kata-kata oleh guru, sehingga peserta didik tidak bosan. Peran media
pembelajaran selanjutnya adalah membuat peserta didik lebih banyak melakukan
kegiatan belajar, dan aktivitas lainnnya seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan,
dan sebagainya.
Daftar Pustaka
Arsyad,
A. (2016). Media Pembelajaran.
Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Kristiawan, M,. dkk.
(2018). Inovasi Pendidikan. Ponorogo:
Wade Group.